Momen Prabowo-Xi Jinping Saling Jabat Tangan Erat saat Bertemu di KTT APEC
Sabtu, 01 November 2025 - 22:49 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping tampak menunjukkan momen hangat dengan jabat tangan erat. Foto/Biro Pers Sekretariat Presiden.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping tampak menunjukkan momen hangat dengan jabat tangan erat. Keduanya bertemu di KTT APEC yang diselenggarakan di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, pada Sabtu (1/11/2025).
Tampak dilihat dari foto yang dibagikan Biro Pers Sekretariat Presiden, Prabowo dan Xi Jinping terlihat mengenakan setelan jas dengan warna senada, biru. Selain itu, terlihat Prabowo mengenakan peci hitam. Keduanya pun terlihat mengenakan selempang berwarna biru muda dengan corak logo APEC Korea.
Diketahui, pertemuan keduanya terakhir kali terjadi ketika Prabowo menghadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China yang digelar di Tian’anmen, Beijing, Republik Rakyat China pada Rabu, (3/9) lalu. Saat itu, hadir juga Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.
Baca juga: Prabowo-Lee Jae Myung Bahas Kelanjutan Proyek Pesawat Tempur KF-21
Sementara itu, Prabowo juga memberikan respon pertemuan antara Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sela KTT APEC kali ini. Di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi global, dia menegaskan pentingnya kerja sama dan ketenangan dunia untuk mendukung pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, ketemu Presiden Trump dari Amerika, jumpa dengan Presiden Xi Jinping. Saya dengar juga suasananya positif, lah. Dan ini yang kita harapkan, karena akan sangat memengaruhi ketenangan dunia. Dan ekonomi dunia sangat tergantung ketenangan,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi tantangan besar berupa perang tarif, ketegangan geopolitik, serta konflik di berbagai kawasan. Prabowo menilai, langkah-langkah diplomasi yang menurunkan suhu ketegangan dan membangun rasa saling percaya antarnegara menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi global.
Baca juga: Laksda TNI Haris Bima Bayuseto Resmi Jabat Pangkoarmada I
“Sekarang situasi dunia penuh ketidakpastian. Kemudian seolah ada perang tarif, kemudian geopolitik juga masih sangat rawan. Banyak sekali konflik. Kita berusaha untuk menurunkan suhu, meredakan,” paparnya.
Tampak dilihat dari foto yang dibagikan Biro Pers Sekretariat Presiden, Prabowo dan Xi Jinping terlihat mengenakan setelan jas dengan warna senada, biru. Selain itu, terlihat Prabowo mengenakan peci hitam. Keduanya pun terlihat mengenakan selempang berwarna biru muda dengan corak logo APEC Korea.
Diketahui, pertemuan keduanya terakhir kali terjadi ketika Prabowo menghadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China yang digelar di Tian’anmen, Beijing, Republik Rakyat China pada Rabu, (3/9) lalu. Saat itu, hadir juga Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.
Baca juga: Prabowo-Lee Jae Myung Bahas Kelanjutan Proyek Pesawat Tempur KF-21
Sementara itu, Prabowo juga memberikan respon pertemuan antara Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sela KTT APEC kali ini. Di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi global, dia menegaskan pentingnya kerja sama dan ketenangan dunia untuk mendukung pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, ketemu Presiden Trump dari Amerika, jumpa dengan Presiden Xi Jinping. Saya dengar juga suasananya positif, lah. Dan ini yang kita harapkan, karena akan sangat memengaruhi ketenangan dunia. Dan ekonomi dunia sangat tergantung ketenangan,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi tantangan besar berupa perang tarif, ketegangan geopolitik, serta konflik di berbagai kawasan. Prabowo menilai, langkah-langkah diplomasi yang menurunkan suhu ketegangan dan membangun rasa saling percaya antarnegara menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi global.
Baca juga: Laksda TNI Haris Bima Bayuseto Resmi Jabat Pangkoarmada I
“Sekarang situasi dunia penuh ketidakpastian. Kemudian seolah ada perang tarif, kemudian geopolitik juga masih sangat rawan. Banyak sekali konflik. Kita berusaha untuk menurunkan suhu, meredakan,” paparnya.
(cip)
Lihat Juga :