Megawati Terkenang Soekarno Ditolak Dimakamkan di TMP oleh Soeharto
Sabtu, 01 November 2025 - 12:22 WIB
loading...
Presiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional di Museum Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025). Foto: Humas PDIP
A
A
A
BLITAR - Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengenang masa kelam ketika keluarganya harus berjuang agar sang ayah sekaligus Presiden pertama RI Soekarno dimakamkan secara layak di Taman Makam Pahlawan (TMP) setelah wafat pada 1970. Pemerintah Orde Baru saat itu menolak permohonan keluarga untuk memakamkan Bung Karno di TMP.
Megawati mengungkapkan cerita tersebut di hadapan para akademisi dan delegasi dari 30 negara dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Di Peringatan 70 Tahun KAA, Megawati: Saya Akan Kejar Gelar Akademik Soekarno
“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main. Makanya kenapa beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, tapi beliau dimakamkan di sini,” ujar Megawati dikutip dari YouTube PDIP.
Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDIP mengungkapkan lokasi makam Bung Karno di Blitar awalnya merupakan taman pahlawan bagi para prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang gugur dalam perjuangan melawan penjajah.
Area itu kemudian dipilih sebagai lokasi pemakaman Bung Karno setelah pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang menolak permintaan keluarga.
“Di sini supaya sejawat saya yang dari luar negeri tahu, ini sebetulnya dulu taman pahlawan dari banyak prajurit kami, yang disebut PETA. Pada waktu dulu melawan Belanda, tempat ini kecil dan tidak terpelihara,” kata Megawati.
“Oleh Presiden Soeharto pada waktu itu, ketika keluarga meminta untuk bisa ditempatkan sewajarnya di Taman Makam Pahlawan, beliau tidak setuju. Tapi, ditaruh di sini,” tambahnya.
Menurut Megawati, keputusan tersebut menjadi simbol perjuangan tersendiri bagi dirinya dan keluarga. Bung Karno selalu berpesan agar dirinya terus berjuang menjaga warisan pemikirannya.
“Sehingga sampai akhir hayatnya pun beliau menuntut saya tetap berjuang bagi dirinya sendiri,” ujarnya.
Meski prosesnya sulit, Megawati bersyukur makam Bung Karno kini menjadi tujuan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah maupun negara.
“Alhamdulillah, tempat ini sekarang menjadi sangat populer. Banyak orang datang ke sini dan ini sekarang jadi aneh, taman makam pahlawan juga bukan, tapi lebih dikenal dengan makam proklamator bangsa, Bung Karno,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Megawati mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan yang diwariskan Bung Karno.
Megawati mengungkapkan cerita tersebut di hadapan para akademisi dan delegasi dari 30 negara dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Di Peringatan 70 Tahun KAA, Megawati: Saya Akan Kejar Gelar Akademik Soekarno
“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main. Makanya kenapa beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, tapi beliau dimakamkan di sini,” ujar Megawati dikutip dari YouTube PDIP.
Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDIP mengungkapkan lokasi makam Bung Karno di Blitar awalnya merupakan taman pahlawan bagi para prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang gugur dalam perjuangan melawan penjajah.
Area itu kemudian dipilih sebagai lokasi pemakaman Bung Karno setelah pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang menolak permintaan keluarga.
“Di sini supaya sejawat saya yang dari luar negeri tahu, ini sebetulnya dulu taman pahlawan dari banyak prajurit kami, yang disebut PETA. Pada waktu dulu melawan Belanda, tempat ini kecil dan tidak terpelihara,” kata Megawati.
“Oleh Presiden Soeharto pada waktu itu, ketika keluarga meminta untuk bisa ditempatkan sewajarnya di Taman Makam Pahlawan, beliau tidak setuju. Tapi, ditaruh di sini,” tambahnya.
Menurut Megawati, keputusan tersebut menjadi simbol perjuangan tersendiri bagi dirinya dan keluarga. Bung Karno selalu berpesan agar dirinya terus berjuang menjaga warisan pemikirannya.
“Sehingga sampai akhir hayatnya pun beliau menuntut saya tetap berjuang bagi dirinya sendiri,” ujarnya.
Meski prosesnya sulit, Megawati bersyukur makam Bung Karno kini menjadi tujuan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah maupun negara.
“Alhamdulillah, tempat ini sekarang menjadi sangat populer. Banyak orang datang ke sini dan ini sekarang jadi aneh, taman makam pahlawan juga bukan, tapi lebih dikenal dengan makam proklamator bangsa, Bung Karno,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Megawati mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan yang diwariskan Bung Karno.
(jon)
Lihat Juga :