Indonesia, Brunei, dan Malaysia Jadikan Bahasa Fondasi Persahabatan
Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
“Mabbim menjadi komponen penting dalam kerja sama kebahasaan, menandakan kesepakatan tiga bangsa serumpun dalam menjadikan bahasa kita sebagai lambang ilmu dan jatidiri bersama,” katanya.
Senada dengan itu, Hazami bin Jahari, yang diwakili oleh Pengarah Jabatan Pembinaan Bahasa dan Sastera, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Tuan Haji Mohd Salahuddin bin Dato’ Paduka Mohamed, menyebut Mabbim sebagai sebuah badan kebahasaan yang telah mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan tiga wilayah serumpun, menegaskan semangat kebersamaan melalui satu bahasa yang serumpun.
“Melalui Mabbim, kita tidak hanya membicarakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai bahasa ilmu dan peradaban tinggi yang menjadi jembatan penghubung antarbangsa,” ujarnya.
Melalui forum Mabbim 2025, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia meneguhkan komitmen untuk menjadikan bahasa sebagai fondasi persahabatan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Dalam semangat Bulan Bahasa, ketiga negara serumpun ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga kekuatan strategis yang mempererat hubungan regional dan memperkuat posisi kawasan di kancah global.
Senada dengan itu, Hazami bin Jahari, yang diwakili oleh Pengarah Jabatan Pembinaan Bahasa dan Sastera, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Tuan Haji Mohd Salahuddin bin Dato’ Paduka Mohamed, menyebut Mabbim sebagai sebuah badan kebahasaan yang telah mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan tiga wilayah serumpun, menegaskan semangat kebersamaan melalui satu bahasa yang serumpun.
“Melalui Mabbim, kita tidak hanya membicarakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi sebagai bahasa ilmu dan peradaban tinggi yang menjadi jembatan penghubung antarbangsa,” ujarnya.
Melalui forum Mabbim 2025, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia meneguhkan komitmen untuk menjadikan bahasa sebagai fondasi persahabatan, ilmu pengetahuan, dan diplomasi antarbangsa. Dalam semangat Bulan Bahasa, ketiga negara serumpun ini membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga kekuatan strategis yang mempererat hubungan regional dan memperkuat posisi kawasan di kancah global.
(cip)
Lihat Juga :