ADIGSI Bersama Kedubes Inggris Perkuat Keamanan Siber

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:59 WIB
loading...
ADIGSI Bersama Kedubes...
ADIGSI bersama Kedubes Inggris berkolaborasi perkuat keamanan siber nasional. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) berkolaborasi dengan Kedutaan Inggris di Jakarta perkuat keamanan siber yang tangguh dan inovatif. Hal itu sebagai upaya menghadapi ancaman kejahatan siber yang terus berkembang.

Upaya tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk “Cybersecurity in Financial Services”. Acara ini merupakan bagian dari Misi Perdagangan Keamanan Siber Inggris di Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta pada 27-29 Oktober 2025, dengan membawa 11 perusahaan siber unggulan Inggris.

Dalam kesempatan itu, ADIGSI mempertemukan perwakilan perusahaan, lembaga, dan pemangku kepentingan dari Inggris dan Indonesia untuk membahas tantangan keamanan siber, perkembangan kebijakan, serta peluang kolaborasi di sektor jasa keuangan.

Baca juga: Perkuat Keamanan Siber, Perusahaan Internasional Jajaki Kerja Sama dengan Indonesia

Ketua Umum ADIGSI, Firlie H Ganinduto mengatakan pertemuan tersebut juga difokuskan pada upaya memperkuat ketahanan siber nasional dengan penekanan pada perlindungan infrastruktur kritikal serta dukungan terhadap transformasi digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen pada penguatan ekosistem keamanan siber nasional dan mendorong terbentuknya kolaborasi strategis dan berkelanjutan antara pelaku industri Indonesia dan mitra dari Inggris," kata Firlie, Kamis (30/10/2025).

Firlie berharap kolaborasi dengan mitra internasional semakin memperkuat pengetahuan, transfer keahlian, serta sinergi jangka panjang yang mampu meningkatkan daya saing nasional. Termasuk memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem keamanan siber global.

Baca juga: Waspada! Serangan Ransomware di Asia Tenggara Meningkat, Indonesia Jadi Target Utama

Menurut Firlie, memperkuat pertahanan siber begitu penting untuk menjaga keamanan dan keberlangsungan bisnis serta infrastruktur nasional. Terlebih dengan 221 juta pengguna internet di 2024, nilai ekonomi digital Tanah Air mencapai USD360 miliar dengan compound annual growth rate (CAGR) atau tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 15%.

"Pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik (best practices) tentu semakin memperkuat ketahanan siber nasional kita," harapnya.


Deputy Head of Mission, British Embassy Jakarta, Matthew Downing, menjelaskan, misi perdagangan ini menjadi penanda signifikan hubungan Inggris-Indonesia dalam sektor keamanan siber, dan membuka jalan baru untuk kolaborasi strategis dan komersial di tahun-tahun mendatang.

“Bersama-sama, Inggris dan Indonesia dapat membangun sistem yang melindungi warga negaranya, memberdayakan pelaku usaha, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis di era digital. Kami berharap dapat terus melanjutkan kolaborasi kedua negara, demi mencapai tujuan bersama yaitu pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama bagi Inggris dan Indonesia, di bawah kerangka Kemitraan Strategis yang akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer beberapa minggu mendatang.”

ADIGSI merupakan wadah kolaborasi sektor swasta dan pemerintah untuk mendorong penerapan standar keamanan terbaik sekaligus memperkuat kemampuan nasional menghadapi ancaman digital dan memobilisasi peran dunia usaha dalam melindungi infrastruktur digital Indonesia. ADIGSI lahir guna merespons pentingnya perlindungan data nasional dari ancaman kejahatan siber dan memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rekomendasi
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved