Pengamat Politik Hensat Desak Gibran Muncul Selesaikan Polemik Ijazahnya
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 15:29 WIB
loading...
Pengamat Politik Hendri Satrio (Hensat) dalam Podcast 8 Jam Nonstop Bicara Bangsa dengan tema tema Rapor 1 Tahun Asta Cita Prabowo-Gibran yang diadakan SindoNews. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun. Meski banyak pencapaian yang telah diraih, namun masih ada persoalan yang mengganjal dan harus diselesaikan. Antara lain polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikan Pengamat Politik Hendri Satrio (Hensat) dalam Podcast 8 Jam Nonstop Bicara Bangsa dengan tema tema “Rapor 1 Tahun Asta Cita Prabowo-Gibran” yang diadakan SindoNews pada Jumat (24/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Hensat sempat menyaksikan tayangan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai keberhasilan pemerintahan yang dipimpinnya.
Baca juga: Rapor Satu Tahun Asta Cita Prabowo-Gibran, Hensat: Hantu-hantu Harus Diselesaikan
“Saya sempat kaget loh, pertama kali Pak Prabowo bicara untuk kali pertama Indonesia, saya pikir wapresnya ijazahnya dipertanyakan, saya pikir Pak Prabowo, wah gawat juga ternyata bukan ngomong ijazah. Tapi itu memang untuk kali pertama ada wapres ijazahnya dipertanyakan. Biasanya kita aman-aman aja. Kita percaya kualitas wapresnya. Sebelumnya bapaknya belum selesai juga, tapi kan Pa Jokowi dah selesai, ini masih menjabat,” katanya.
Hensat meminta Gibran muncul kepermukaan untuk menyelesaikan polemik tersebut. “Ini jadi polemik, kan dia (Gibran) bisa muncul ke permukaan. Dia harus membela jabatannya. Tinggal ngomong eh masyarakat Indonesia, ini ijazah saya, ini ijaza saya, kan selesai,” katanya.
Baca juga: Baca juga: Panglima TNI Tunjuk 24 Pati Duduki Jabatan Strategis di Kemhan, Ini Nama-namanya
“Kan ini enggak, dia mempersilahkan polemik berjalan terus, sekolah di singapura, sekolah juga di Australia. Dapat surat dari menteri pendidikan zaman bapaknya berkuasa, jadi enggak bagus buat negara ini, anak cucu kita, dan ditertawakan dunia juga, ini gak beres,”ucapnya.
Hensat juga meminta teman sekolah Gibran untuk muncul memberikan penjelasan terkait polemik tersebut.
“Saya enggak nuduh Mas Gibran enggak punya itu. Tolong jangan mucul hantu-hantu baru, minimal ada teman sekolahnya. Sekarang mulai lagi, ijazah cuma SMP, ini kan hal remeh yang sebenarnya gampang. Dia enggak bisa mengelak kaya bapaknya. Dia sedang berkuasa masih menjabat, dia punya kewajiban untuk menjelaskan itu,” tegasnya.
Hal itu disampaikan Pengamat Politik Hendri Satrio (Hensat) dalam Podcast 8 Jam Nonstop Bicara Bangsa dengan tema tema “Rapor 1 Tahun Asta Cita Prabowo-Gibran” yang diadakan SindoNews pada Jumat (24/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Hensat sempat menyaksikan tayangan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai keberhasilan pemerintahan yang dipimpinnya.
Baca juga: Rapor Satu Tahun Asta Cita Prabowo-Gibran, Hensat: Hantu-hantu Harus Diselesaikan
“Saya sempat kaget loh, pertama kali Pak Prabowo bicara untuk kali pertama Indonesia, saya pikir wapresnya ijazahnya dipertanyakan, saya pikir Pak Prabowo, wah gawat juga ternyata bukan ngomong ijazah. Tapi itu memang untuk kali pertama ada wapres ijazahnya dipertanyakan. Biasanya kita aman-aman aja. Kita percaya kualitas wapresnya. Sebelumnya bapaknya belum selesai juga, tapi kan Pa Jokowi dah selesai, ini masih menjabat,” katanya.
Hensat meminta Gibran muncul kepermukaan untuk menyelesaikan polemik tersebut. “Ini jadi polemik, kan dia (Gibran) bisa muncul ke permukaan. Dia harus membela jabatannya. Tinggal ngomong eh masyarakat Indonesia, ini ijazah saya, ini ijaza saya, kan selesai,” katanya.
Baca juga: Baca juga: Panglima TNI Tunjuk 24 Pati Duduki Jabatan Strategis di Kemhan, Ini Nama-namanya
“Kan ini enggak, dia mempersilahkan polemik berjalan terus, sekolah di singapura, sekolah juga di Australia. Dapat surat dari menteri pendidikan zaman bapaknya berkuasa, jadi enggak bagus buat negara ini, anak cucu kita, dan ditertawakan dunia juga, ini gak beres,”ucapnya.
Hensat juga meminta teman sekolah Gibran untuk muncul memberikan penjelasan terkait polemik tersebut.
“Saya enggak nuduh Mas Gibran enggak punya itu. Tolong jangan mucul hantu-hantu baru, minimal ada teman sekolahnya. Sekarang mulai lagi, ijazah cuma SMP, ini kan hal remeh yang sebenarnya gampang. Dia enggak bisa mengelak kaya bapaknya. Dia sedang berkuasa masih menjabat, dia punya kewajiban untuk menjelaskan itu,” tegasnya.
(cip)
Lihat Juga :