Ubedilah Badrun Kritik Aktivis yang Ada di Kekuasaan: Gagal Menjadi Penyambung Lidah

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 09:37 WIB
loading...
Ubedilah Badrun Kritik...
Analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengkritik aktivis yang kini menjadi bagian dari kekuasaan. Menurutnya, para aktivis tersebut gagal menjadi penyambung lidah aspirasi publik.

"Para aktivis yang ada di kekuasaan ini gagal menjadi penyambung lidah transformasi kepentingan publik dan Generasi Z . Malah kemakan ke generasi yang lama. Jadi dalam kendali kekuasaan yang lama. Itu yang parahnya di situ. Bahkan, mereka menikmati situasi itu," kata Ubed, sapaan akrabnya, dalam Podcast To The Point Aja, dikutip Jumat (24/10/2025).

Di sisi lain, kata Ubed, harapan publik ingin terjadi pemberantasan korupsi, membangun demokrasi, tidak terpenuhi. "Gap ini berpotensi memunculkan ledakan besar," ujarnya.

Ubed yang juga berlatar belakang aktivis ini mengatakan, yang akan menentukan masa depan Republik adalah Generasi Z. "Pertanyaannya adalah Generasi Z ini mau diajak terlibat dalam menata Republik ini? Atau mereka punya cara sendiri? Kita akan cermati. Ini sangat serius," kata Ubed yang pada 1996 membidani lahirnya Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ).

Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Berkepanjangan, Ubedilah Badrun Ungkap Penyebabnya

Menurut Ubed, yang merusak generasi muda adalah elite kekuasaan. Elite sengaja menciptakan kelompok tertentu dan memecah anak-anak muda dan merusak idealisme anak-anak muda.

"Ngeri ini. Watak anak muda itu sebagian sangat pragmatis. Meskipun saya masih punya harapan ada teman-teman mahasiswa yang punya idealisme yang bagus. Nah, kelompok-kelompok yang masih punya tradisi intelektual yang bagus ini, menurut saya berpotensi besar untuk semacam memimpin agenda perubahan Indonesia versinya Gen Z. Itu sangat mungkin," jelasnya.

Ubed mengatakan, proses-proses di kalangan pemimpin mahasiswa mulai terjadi dan mereka mulai menggelar diskusi di kampus-kampus. Ada transfer of knowledge dan transfer of value juga.

"Meskipun dalam logika politik itu mirip floating mass, massa mengambang itu akan ngikut aja. Jadi, kalau pemimpin mahasiswa yang berjejaring ini mampu membangun konsolidasi dan soliditas yang baik, itu mereka-mereka yang ada di bawah mahasiswa ini akan ikut. Jadi, tergantung pemimpin mahasiswa, apakah mereka akan ikut perubahan bersama-sama dengan mahasiswa yang tadi saya sebut sebagai floating mass, itu saya kira memungkinkan."

Namun, Ubed mengaku masih ada harapan terkait masa depan Indonesia. "Karena itu, kenapa saya ada masih ada hope? Karena saya masih melihat ada 27 persen anak bangsa ini yang masih punya mimpi besar tentang Republik ini," ujarnya.



Ubed juga mengingatkan agar pemerintah perlu terus update dengan cara pemikiran generasi baru. Kalau kemudian cara pemerintah masih menggunakan pola pikir yang lama dalam merespons aspirasi Generasi Z dan perubahan, menurutnya ini akan mengancam posisi para elite sekarang.

"Kebetulan, saya cermati, yang ada di lapisan elite ini adalah elite-elite lama, yang mereka juga menikmati kekuasaan zaman Orde Baru. Jadi menurut saya, wow, ini ada gap yang sangat jauh antara Generasi Z yang merupakan penduduk terbanyak di Indonesia ini, dengan elite kekuasaan yang sedang berkuasa."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Rekomendasi
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Berita Terkini
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved