FKMHII: Diplomasi Era Prabowo Bawa Wibawa Indonesia ke Level Dunia

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:34 WIB
loading...
FKMHII: Diplomasi Era...
Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan luar negeri Indonesia dinilai mengalami kemajuan signifikan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan luar negeri Indonesia dinilai mengalami kemajuan signifikan. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, diplomasi Indonesia dinilai mampu menampilkan wajah baru yang lebih percaya diri dan berdaulat.

Presidium Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) Terpilih 2025/2026, Fathur Rahman menyebut diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo telah berada di jalur yang benar. Menurutnya, strategi diplomasi yang dijalankan mampu mengangkat kembali wibawa bangsa di kancah internasional.

Baca juga: Kagumi Presiden Brasil, Prabowo: 3 Periode Memimpin, Kita Enggak Boleh

“Diplomasi Indonesia sudah berada di track yang benar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Masuknya Indonesia ke dalam BRICS menjadi bukti bahwa kita mampu memperluas jejaring kekuatan ekonomi global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa nonblok,” ujar Fathur Rahman dalam diskusi publik strategi diplomasi Indonesia di kancah global yang diselenggarakan Mahasiswa Prodi HI UPN Veteran Jakarta, Kamis (23/10/2025).



Fathur Rahman menambahkan, selain memperluas hubungan dengan kekuatan baru dunia, Indonesia juga menunjukkan kecakapan dalam menjaga relasi dengan mitra lama seperti Amerika Serikat. Diplomasi yang dilakukan pemerintah dinilai tidak hanya terbuka, tetapi juga strategis dan berbasis kepentingan nasional.

“Indonesia berhasil menggunakan diplomasi bawah tanah untuk menjembatani kepentingan dengan Amerika Serikat, termasuk dalam upaya pengurangan tarif perdagangan. Ini menunjukkan kemampuan negosiasi Indonesia yang cerdas dan berdaulat,” jelas mahasiswa Prodi Hubungan Internasional UPN Veteran tersebut.

Baca juga: Canda Prabowo ke Presiden Brasil Lula da Silva: Angka Keberuntungan Kita Sama, Angka 8

Selain aspek ekonomi dan politik luar negeri, Fathur menyoroti penguatan diplomasi maritim sebagai bagian dari strategi besar geopolitik Indonesia. Ia menilai, kepemimpinan Presiden Prabowo telah menghidupkan kembali visi poros maritim dunia dengan langkah konkret di tingkat diplomasi dan pertahanan laut.

“Dari segi maritim, Presiden sudah mampu membentuk arus aksi nyata dalam diplomasi kelautan. Indonesia kini cukup kuat untuk menjadi tolok ukur geopolitik dan geostrategis di kawasan Indo-Pasifik,” ungkapnya.

Fathur menegaskan, keberlanjutan arah diplomasi seperti ini penting untuk memperkuat national branding Indonesia di mata dunia. Menurutnya, konsistensi kebijakan luar negeri yang berdaulat akan menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa yang dihormati di tataran global.

“Hal seperti inilah yang harus kita pertahankan agar national branding Indonesia semakin kokoh di panggung global, bahwa kita adalah bangsa yang berdaulat, berpengaruh, dan dihormati,” ucapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Rekomendasi
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Berita Terkini
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved