Pengacara Keluarga Arya Daru Minta Vara dan Dion Diperiksa
Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:56 WIB
loading...
Pengacara keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP) meminta Polda Metro Jaya untuk memeriksa secara mendalam sosok wanita bernama Vara dan seorang pria bernama Dion terkait dengan pengusutan kematian diplomat muda tersebut. Foto/Puteranegara
A
A
A
JAKARTA - Pengacara keluarga Arya Daru Pangayunan (ADP) meminta Polda Metro Jaya untuk memeriksa secara mendalam sosok wanita bernama Vara dan seorang pria bernama Dion terkait dengan pengusutan kematian diplomat muda tersebut. Pengacara keluarga ADP mempertanyakan kenapa Vara dan Dion tidak diperiksa.
"Sebenarnya tinggal pendalaman daripada saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada. Misalnya, contoh, kenapa nggak didalami saksi-saksi yang terakhir ketemu, Vara dan Dion, kenapa nggak didalami. Jangan ditutup dengan alasan privasi," kata pengacara keluarga ADP Dwi Librianto di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).
Dwi meyakini, pemeriksaan Vara dan Dion bisa kembali membuka perkara kematian Arya Daru yang wajahnya terlilit lakban, agar terang benderang. "Buka aja nggak apa-apa. Kalau di situ mungkin ada jalan masuk dari situ. Kalau memang benar di situ ya buka aja. Kita terbuka kok. Jadi nggak usah khawatir, ada hal-hal yang ditutupi. Kita ingin terbuka," ujar Dwi.
Baca juga: Pengacara Keluarga Arya Daru Kembali Datangi Bareskrim, Minta Gelar Perkara Khusus
Menurut Dwi, keluarga ataupun istri Arya Daru khususnya juga tidak merasa keberatan apabila polisi melakukan pemeriksaan terhadap Vara dan Dion. Pasalnya, mereka menginginkan perkara ini selesai secara terang benderang.
"Enggak keberatan. Justru dengan transparan kita mungkin ada kemungkinan-kemungkinan yang lain. Ada pihak-pihak yang terlibat atau ada pihak-pihak yang bersinggungan," tuturnya.
Diketahui, Arya Daru mengunjungi Mal Grand Indonesia bersama dua rekan kerjanya, Vara dan Dion, pada malam sebelum tewas. Setelahnya, Arya naik taksi dengan tujuan awal ke bandara tapi batal.
Dia lalu ke tempatnya bekerja yakni Gedung Kementerian Luar Negeri RI. Polisi ketika ditanya hubungan Arya dan Vara menjawab itu adalah masalah privasi.
Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
"Sebenarnya tinggal pendalaman daripada saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada. Misalnya, contoh, kenapa nggak didalami saksi-saksi yang terakhir ketemu, Vara dan Dion, kenapa nggak didalami. Jangan ditutup dengan alasan privasi," kata pengacara keluarga ADP Dwi Librianto di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/10/2025).
Dwi meyakini, pemeriksaan Vara dan Dion bisa kembali membuka perkara kematian Arya Daru yang wajahnya terlilit lakban, agar terang benderang. "Buka aja nggak apa-apa. Kalau di situ mungkin ada jalan masuk dari situ. Kalau memang benar di situ ya buka aja. Kita terbuka kok. Jadi nggak usah khawatir, ada hal-hal yang ditutupi. Kita ingin terbuka," ujar Dwi.
Baca juga: Pengacara Keluarga Arya Daru Kembali Datangi Bareskrim, Minta Gelar Perkara Khusus
Menurut Dwi, keluarga ataupun istri Arya Daru khususnya juga tidak merasa keberatan apabila polisi melakukan pemeriksaan terhadap Vara dan Dion. Pasalnya, mereka menginginkan perkara ini selesai secara terang benderang.
"Enggak keberatan. Justru dengan transparan kita mungkin ada kemungkinan-kemungkinan yang lain. Ada pihak-pihak yang terlibat atau ada pihak-pihak yang bersinggungan," tuturnya.
Diketahui, Arya Daru mengunjungi Mal Grand Indonesia bersama dua rekan kerjanya, Vara dan Dion, pada malam sebelum tewas. Setelahnya, Arya naik taksi dengan tujuan awal ke bandara tapi batal.
Dia lalu ke tempatnya bekerja yakni Gedung Kementerian Luar Negeri RI. Polisi ketika ditanya hubungan Arya dan Vara menjawab itu adalah masalah privasi.
Jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
(rca)
Lihat Juga :