Hari Santri 2025, Sorotan Publik Harus Jadi Momentum Perbaikan

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:30 WIB
loading...
Hari Santri 2025, Sorotan...
Pesantren harus terus berbenah dan memperkuat tata kelola kelembagaan di tengah tantangan zaman yang kian berat. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kalangan pesantren terus berbenah dan memperkuat tata kelola kelembagaan di tengah tantangan zaman yang kian berat. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR Syaiful Huda bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2025 yang diwarnai berbagai ujian bagi dunia pesantren.

“Tahun ini kalangan santri dan pesantren menghadapi cobaan bertubi. Mulai musibah ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo yang menelan korban lebih dari 60 santri hingga munculnya berbagai fitnah, celaan, hingga berbagai framing negatif lainnya. Rentetan peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan, manajemen, dan tata kelola pesantren secara menyeluruh,” ujar Huda di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Baca juga: Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah

Dia menjelaskan pandangan minor ke kalangan pesantren tersebut diperparah oleh munculnya tayangan yang menarasikan pesantren sebagai sarang feodalisme dan eksploitasi santri. Hal ini menimbulkan pandangan negatif di masyarakat.



“Sorotan publik harus dijadikan early warning bahwa pesantren kini menjadi perhatian besar. Karena itu, pesantren perlu terus berbenah dalam setiap langkah dan kebijakannya,” tegasnya.

Huda menegaskan bahwa pesantren memiliki jasa besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Sejak masa revolusi fisik, para kiai dan santri menjadi garda terdepan dalam perlawanan terhadap penjajahan, bahkan ikut mengangkat senjata melalui laskar perjuangan seperti Hizbullah.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi benteng moral dan kebangsaan yang ikut melahirkan kemerdekaan Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI tersebut.

Baca juga: Menag: Pesantren Jantung Peradaban Bangsa

Saat ini, kata Huda pesantren tak hanya menghadapi tantangan internal terhadap perbaikan manajemen dan tata kelola namun juga menghadapi tantangan eksternal. Perkembangan teknologi, budaya, dan politik global yang begitu cepat, membuat pesantren dituntut untuk terus bertransformasi.

“Pesantren tidak cukup hanya mengajarkan ilmu agama. Santri juga harus dibekali kemampuan di bidang teknologi informasi, kedokteran, sosial, politik, hingga bioteknologi. Pesantren harus menjadi pusat pembelajaran masa depan,” ujarnya.

Huda juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas di lingkungan pesantren agar para santri dapat belajar dengan aman dan nyaman. “Mulai dari kamar, ruang belajar, hingga tempat ibadah, semuanya harus memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Di sinilah peran negara harus hadir,” ungkapnya.

Legislator asal Jabar VIII ini menambahkan, dukungan negara dalam bentuk bantuan infrastruktur dan anggaran harus diimbangi dengan transparansi dan akuntabilitas dari pihak pesantren.

“Pengelolaan pesantren perlu terbuka dan siap diaudit secara berkala. Ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk memastikan pesantren terus maju dan dipercaya publik,” pungkas Huda.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved