Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi

Senin, 20 Oktober 2025 - 21:57 WIB
loading...
Purbaya Tak Saling Sapa...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hubungannya dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tetap harmonis. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan terlihat tidak saling sapa saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025) bertepatan dengan satu tahun masa Pemerintahan Prabowo-Gibran. Terkait itu, Purbaya menegaskan hubungannya dengan Luhut tetap harmonis.

“Tapi baik hubungan saya sama dia, nggak ada masalah,” tegas Purbaya kepada awak media yang memastikan bahwa tidak ada masalah yang terjadi antara dirinya dengan Luhut.

Purbaya menjelaskan, momen tidak saling sapa tersebut terjadi semata karena posisi tempat duduk yang berjauhan. Dalam sidang tersebut, Luhut diketahui duduk di sebelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sementara di sisi kanannya terdapat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Baca juga: Prabowo: Tidak Ada Kasus Korupsi yang Tak Bisa Diselidiki, No More Untouchable!



“Kan jauh berapa kursi, masa 'Pak Luhut, Pak Luhut' (gestur memanggil dari jauh),” jelas Purbaya.

Dengan penegasan tersebut, Purbaya menepis spekulasi adanya ketegangan dengan Luhut. Sebelumnya, hubungan antara keduanya sempat menjadi sorotan publik menyusul perbedaan pandangan dalam proyek family office yang digagas pemerintah.

Luhut diketahui mengusulkan agar pemerintah menyalurkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp50 triliun setiap tahun ke Indonesia Investment Authority (INA) untuk memperkuat pendanaan proyek strategis nasional.

Dia menilai dana tersebut bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Namun, Purbaya menolak penggunaan dana tersebut tanpa pengawasan ketat. Ia menegaskan dana pemerintah harus diarahkan ke sektor riil yang produktif, bukan sekadar diinvestasikan dalam instrumen obligasi.

“Saya enggak mau ngasih uang ke sana (INA), uangnya dibelikan bond lagi. Buat apa? Mending saya kurangin bond saya,” kata Purbaya, dikutip Sabtu (18/10/2025).

Ia juga menilai lembaga seperti INA dan Danantara seharusnya lebih aktif menarik investasi asing ketimbang bergantung pada dana domestik.

“INA itu sovereign wealth fund, jadi seharusnya mengundang investor asing, bukan hanya mengandalkan dana dalam negeri,” ujarnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Rekomendasi
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Dituding Langgar Hak...
Dituding Langgar Hak Cipta, Syahravi Resmi Laporkan Fariz RM ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved