Golkar Nilai Hasil Survei Kinerja Bahlil Tak Proporsional dan Abaikan Banyak Pencapaian

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:41 WIB
loading...
Golkar Nilai Hasil Survei...
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menilai hasil survei terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak proporsional. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menilai hasil survei terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak proporsional. Padahal, kinerja Bahlil didukung serangkaian capaian nyata yang mengubah wajah sektor energi Indonesia dalam satu tahun terakhir mulai dari pemerataan akses hingga tata kelola yang tegas.

"Kami melihat hasil survei mengabaikan fakta implementasi di lapangan. Penilaian yang menempatkan Menteri Bahlil pada posisi terburuk kami nilai tidak proporsional. Kebijakan demi kebijakan lahir dengan semangat keberpihakan pada rakyat sesuai Asta Cita Presiden Prabowo," ujar Abdul Rahman di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Baca juga: 1 Tahun Pemerintahan, Prabowo: Saya Manajer, Menteri sebagai Striker

Capaian nyata Menteri Bahlil mulai dari Program Listrik Desa hingga investasi triliunan rupiah menjadi antitesis terhadap hasil survei. Di sektor pemerataan akses energi, Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi prioritas, di mana Bahlil secara aktif memastikan sambungan baru sampai ke wilayah yang sebelumnya belum menikmati listrik.

Di sektor pertambangan prorakyat, pemerintah bertindak berani dengan membuka akses bagi koperasi, UMKM, dan organisasi keagamaan untuk mengelola tambang melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025.

Sementara, keberlanjutan dan ketegasan tata kelola ditegakkan dengan membekukan ratusan izin perusahaan nakal yang tidak memenuhi kewajiban jaminan reklamasi (Jamrek) dan menertibkan tambang ilegal.

“Bahkan, di sektor hulu migas, upaya peningkatan produksi dan manfaat langsung dilakukan dengan menghidupkan kembali sumur tua serta melibatkan masyarakat melalui perbaikan tata kelola sumur rakyat,” katanya.

Menurut Abdul Rahman, capaian kebijakan prorakyat ini justru memperkuat fundamental ekonomi. Hingga pertengahan 2025, investasi sektor ESDM sudah mencapai Rp225 triliun, tertinggi dalam lima tahun terakhir, sementara PNBP tercatat Rp138 triliun.

Dia menambahkan opini negatif yang diarahkan kepada Bahlil justru menjadi indikator bahwa menteri tersebut tengah melaksanakan reformasi yang berani.

“Kami berharap semua pihak menilai kinerja berdasarkan fakta implementasi dan data resmi, bukan hasil survei opini yang terbatas dan berpotensi menggiring persepsi,” ujar mantan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin ini.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Rekomendasi
Daftar Microdrama Enemy...
Daftar Microdrama Enemy to Lovers di V+Short, Dari Benci Jadi Cinta
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Ronaldo Disorot di Piala...
Ronaldo Disorot di Piala Dunia 2026, Conceicao: Tak Wajib Umpan CR7
Berita Terkini
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved