Prabowo Ingatkan Kejagung-Polri soal Kriminalisasi: Jangan Cari Perkara ke Orang Kecil, Itu Zalim
Senin, 20 Oktober 2025 - 13:15 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Kejagung dan Polri untuk menegakkan hukum dengan benar saat menghadiri penyerahan barang bukti sitaan Rp13 triliun di Kejagung, Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Kejaksaan Agung dan Polri untuk menegakkan hukum dengan benar. Jangan sampai mereka justru mencari-cari, mengkriminalisasi, apalagi terhadap rakyat kecil.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan barang bukti sitaan Rp13 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Tak Perlu Banyak Seminar, Prabowo: Rakyat Perlu Bibit hingga Perbaikan Sekolah
“Kita tidak ingin mencari-mencari masalah, saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada. Untuk motivasi apa pun,” ujarnya.
“Jangan cari perkara apalagi terhadap orang kecil. Orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat lemah, jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," tambah Prabowo.
Dia perlu mengingatkan hal ini karena Kejagung dan Polri merupakan lembaga yang harus juga mengoreksi kerja internal mereka.
Prabowo memberikan sejumlah contoh di mana ada seorang anak yang ditangkap lantaran mencuri ayam dan seorang ibu yang mencuri pohon. “Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk di akal. Hakim, jaksa ada apa ngejar, Anda pasti ingat peristiwa itu. Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim, itu angkara murka. Jahat," ungkapnya.
Dia menegaskan rakyat kecil harus dibela dan dibantu. Dia berharap hal seperti itu tak terjadi lagi. Sebab, setiap warga kini sudah bisa lapor langsung ke Presiden dengan bantuan teknologi.
“Itu rakyat kita, rakyat saya. Kita harus membela mereka, saudara harus membantu saya menegakkan kebenaran, membela yang lemah,” tegasnya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan barang bukti sitaan Rp13 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Tak Perlu Banyak Seminar, Prabowo: Rakyat Perlu Bibit hingga Perbaikan Sekolah
“Kita tidak ingin mencari-mencari masalah, saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada. Untuk motivasi apa pun,” ujarnya.
“Jangan cari perkara apalagi terhadap orang kecil. Orang kecil, orang lemah itu hidupnya sudah sangat lemah, jangan diperberat oleh mencari-cari hal yang tidak perlu dicari," tambah Prabowo.
Dia perlu mengingatkan hal ini karena Kejagung dan Polri merupakan lembaga yang harus juga mengoreksi kerja internal mereka.
Prabowo memberikan sejumlah contoh di mana ada seorang anak yang ditangkap lantaran mencuri ayam dan seorang ibu yang mencuri pohon. “Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk di akal. Hakim, jaksa ada apa ngejar, Anda pasti ingat peristiwa itu. Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim, itu angkara murka. Jahat," ungkapnya.
Dia menegaskan rakyat kecil harus dibela dan dibantu. Dia berharap hal seperti itu tak terjadi lagi. Sebab, setiap warga kini sudah bisa lapor langsung ke Presiden dengan bantuan teknologi.
“Itu rakyat kita, rakyat saya. Kita harus membela mereka, saudara harus membantu saya menegakkan kebenaran, membela yang lemah,” tegasnya.
(jon)
Lihat Juga :