10 Kementerian Terbaik, Analis: 4 Menteri Berperan Penting di Program Asta Cita
Minggu, 19 Oktober 2025 - 15:24 WIB
loading...
IndoStrategi merilis hasil survei kinerja Kementerian dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga riset independen IndoStrategi merilis hasil evaluasi kinerja Kementerian dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan survei di lapangan, ada 10 kementerian terbaik yang memegang peran strategis dalam mengeksekusi Program Asta Cita.
Kesepuluh kementerian tersebut yakni. Kementerian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (skor 3,35), Kementerian Luar Negeri (skor 3,32), Kementerian Agama (skor 3,26), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (skor 3,22). Selanjutnya Kementerian Pertanian (skor 3,21), Kementerian Keuangan (skor 3,15), dan Kementerian Dalam Negeri (skor 3,14).
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo, Muncul Rekomendasi Akhiri Kabinet Tambun
Kemudian Kementerian Pertahanan (skor 3,13), Kementerian Kehutanan (skor 3,08), serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi (skor 3,08).
Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam menanggapi survei tersebut menyatakan, ada empat menteri dari 10 Kementerian terbaik yang memiliki peran vital dalam keberhasilan implementasi program Asta Cita.
Keempat menteri tersebut, yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di urutan pertama. Purbaya menonjol dalam pengelolaan fiskal dan anggaran, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung program prioritas pemerintah. Purbaya mendapat apresiasi publik karena gaya komunikasinya yang lugas dan pro-rakyat.
Baca juga: Kisah Jenderal TNI George Toisutta, Mantan KSAD yang Rutin Dengarkan Lantunan Surat Yasin
Kedua, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang fokus pada swasembada pangan, stabilisasi harga produk pertanian, dan penguatan ketahanan pangan nasional. Amran dikenal tegas, bersih, dan kompeten dalam menghadapi tantangan sektor pangan.
Ketiga, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berperan sebagai “panglima birokrasi” yang mengawasi pemerintahan daerah, pengendalian inflasi, program perumahan rakyat, serta pelayanan kesehatan seperti pemberantasan TBC dan program dokter spesialis PPDS di RSUD.
Keempat adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang bertanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah, mendukung target Indonesia Emas 2045. Kinerja Abdul Mu’ti memuaskan, meski sistem pendidikan masih memerlukan perbaikan untuk mencapai standar global.
"Mereka menjadi motor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, pangan, pendidikan, dan birokrasi, sekaligus menjadi tolok ukur kinerja Kabinet Merah Putih di tahun pertama kepemimpinan Prabowo–Gibran," ungkap Arman Salam, Minggu (19/10/2025).
Dia menyebut, tantangan Kabinet Merah Putih pada tahun depan makin berat. Program presiden harus didukung oleh segenap pejabat pemerintah dari semua tingkatan.
"Jangan ada yang memberikan ruang pada oligarki yang ingin mancing diair keruh, ketegasan dari presiden dan penegak hukum saat ini dituntut ekstra untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," ujar Arman Salam.
Survei IndoStrategi dilakukan awal September hingga 13 Oktober 2025, melibatkan 424 responden dari 34 provinsi yang dipilih secara purposif, termasuk aktivis, guru, dosen, pegawai tetap, pengusaha, dan mahasiswa S2/S3. Metode penelitian juga memadukan wawancara langsung, analisis berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta masukan akademisi.
Kesepuluh kementerian tersebut yakni. Kementerian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (skor 3,35), Kementerian Luar Negeri (skor 3,32), Kementerian Agama (skor 3,26), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (skor 3,22). Selanjutnya Kementerian Pertanian (skor 3,21), Kementerian Keuangan (skor 3,15), dan Kementerian Dalam Negeri (skor 3,14).
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo, Muncul Rekomendasi Akhiri Kabinet Tambun
Kemudian Kementerian Pertahanan (skor 3,13), Kementerian Kehutanan (skor 3,08), serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi (skor 3,08).
Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam menanggapi survei tersebut menyatakan, ada empat menteri dari 10 Kementerian terbaik yang memiliki peran vital dalam keberhasilan implementasi program Asta Cita.
Keempat menteri tersebut, yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di urutan pertama. Purbaya menonjol dalam pengelolaan fiskal dan anggaran, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung program prioritas pemerintah. Purbaya mendapat apresiasi publik karena gaya komunikasinya yang lugas dan pro-rakyat.
Baca juga: Kisah Jenderal TNI George Toisutta, Mantan KSAD yang Rutin Dengarkan Lantunan Surat Yasin
Kedua, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang fokus pada swasembada pangan, stabilisasi harga produk pertanian, dan penguatan ketahanan pangan nasional. Amran dikenal tegas, bersih, dan kompeten dalam menghadapi tantangan sektor pangan.
Ketiga, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berperan sebagai “panglima birokrasi” yang mengawasi pemerintahan daerah, pengendalian inflasi, program perumahan rakyat, serta pelayanan kesehatan seperti pemberantasan TBC dan program dokter spesialis PPDS di RSUD.
Keempat adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang bertanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah, mendukung target Indonesia Emas 2045. Kinerja Abdul Mu’ti memuaskan, meski sistem pendidikan masih memerlukan perbaikan untuk mencapai standar global.
"Mereka menjadi motor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, pangan, pendidikan, dan birokrasi, sekaligus menjadi tolok ukur kinerja Kabinet Merah Putih di tahun pertama kepemimpinan Prabowo–Gibran," ungkap Arman Salam, Minggu (19/10/2025).
Dia menyebut, tantangan Kabinet Merah Putih pada tahun depan makin berat. Program presiden harus didukung oleh segenap pejabat pemerintah dari semua tingkatan.
"Jangan ada yang memberikan ruang pada oligarki yang ingin mancing diair keruh, ketegasan dari presiden dan penegak hukum saat ini dituntut ekstra untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," ujar Arman Salam.
Survei IndoStrategi dilakukan awal September hingga 13 Oktober 2025, melibatkan 424 responden dari 34 provinsi yang dipilih secara purposif, termasuk aktivis, guru, dosen, pegawai tetap, pengusaha, dan mahasiswa S2/S3. Metode penelitian juga memadukan wawancara langsung, analisis berita daring dan luring, dokumen resmi pemerintah, serta masukan akademisi.
(shf)
Lihat Juga :