Setahun Pemerintahan Prabowo, IIYF Dorong Efisiensi Berbasis 3 hal Ini
Sabtu, 18 Oktober 2025 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
"India punya pengalaman panjang dalam reformasi agraria dan manajemen pangan. Kolaborasi Indonesia–India bisa memperkuat posisi kedua negara sebagai kekuatan pangan di Asia Selatan dan Asia Tenggara,” ungkapnya.
Di sektor pertahanan dan keamanan, Ravindra menilai arah kebijakan Prabowo untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri dan mendorong transfer teknologi merupakan langkah strategis. Namun, ia menegaskan pentingnya mengaitkan modernisasi pertahanan dengan diplomasi keamanan regional, agar Indonesia tidak terjebak dalam kompetisi senjata, melainkan menjadi aktor penyeimbang di Indo-Pasifik.
"Efisiensi di sektor pertahanan tidak berarti pengurangan kekuatan, tetapi penguatan koordinasi, inovasi, dan aliansi strategis. Di sinilah diplomasi pemuda dan kerja sama internasional memainkan peran penting,” tuturnya. Baca juga: Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
Menutup pernyataannya, Ravindra menegaskan bahwa IIYF akan terus menjadi ruang reflektif bagi generasi muda lintas negara untuk mengawal arah pembangunan Indonesia. Tujuannya agar tetap berpijak pada efisiensi yang adil, inovatif, dan berdaya saing global.
"Satu tahun pemerintahan Prabowo adalah waktu yang cukup untuk melihat arah kebijakan. Sekarang saatnya memastikan efisiensi menjadi katalis efektivitas dan keberlanjutan pembangunan nasional,” tegasnya.
Di sektor pertahanan dan keamanan, Ravindra menilai arah kebijakan Prabowo untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri dan mendorong transfer teknologi merupakan langkah strategis. Namun, ia menegaskan pentingnya mengaitkan modernisasi pertahanan dengan diplomasi keamanan regional, agar Indonesia tidak terjebak dalam kompetisi senjata, melainkan menjadi aktor penyeimbang di Indo-Pasifik.
"Efisiensi di sektor pertahanan tidak berarti pengurangan kekuatan, tetapi penguatan koordinasi, inovasi, dan aliansi strategis. Di sinilah diplomasi pemuda dan kerja sama internasional memainkan peran penting,” tuturnya. Baca juga: Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
Menutup pernyataannya, Ravindra menegaskan bahwa IIYF akan terus menjadi ruang reflektif bagi generasi muda lintas negara untuk mengawal arah pembangunan Indonesia. Tujuannya agar tetap berpijak pada efisiensi yang adil, inovatif, dan berdaya saing global.
"Satu tahun pemerintahan Prabowo adalah waktu yang cukup untuk melihat arah kebijakan. Sekarang saatnya memastikan efisiensi menjadi katalis efektivitas dan keberlanjutan pembangunan nasional,” tegasnya.
(poe)
Lihat Juga :