Pancasila sebagai Ideologi yang Mampu Memecahkan Tantangan Bangsa Majemuk
Senin, 14 September 2020 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
"Sehingga orang Jawa tetap Jawa, orang Bugis tetap Bugis, orang Islam tetap Islam, orang Katolik tetap Katolik dengan menjadi Indonesia,"
Sementara itu, Romo Endang Binawan menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila itu harus dihayati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga Gereja Katolik tidak akan lagi terjebak pada inkslusifisme, radikalisme. Pasalnya, Gereja pernah terjebak menjadi eksklusif bahwa gereja melihat sebuah masyarakat kumpulan orang diharapkan memiliki negara. Tapi jika dilihat iman yang lebih dalam menjadi paradog.
“Gereja Katholik pernah mengkaji bahwa ajarannya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan bahkan kepercayaan katolik sama dengan apa yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila,”tuturnya.
Gereja menyadari sebagai isntitusi spiritual bukan institusi politik. Gereja harus bisa mewartakan kebaikan-kebaikan, hal ini juga sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Manusia itu sungguh berharga seperti Tuhan yang menciptakan secara utuh dan memiliki nilai-nilai kebaikan. Realitas sosial menjadi rusak karena pemahaman agama yang masih menginklusifkan sendiri tanpa memperhatikan orang lain.
Pancasila menjadi rahmat bagi semua manusia dan tidak membeda-bedakan agama, suku maupun ras. Sebagai manusia harus berani bersikap kritis dan rendah diri, alangkah baiknya melakukan kritik untuk diri sendiri untuk membangun kebaikan.
Sementara itu, Romo Endang Binawan menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila itu harus dihayati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga Gereja Katolik tidak akan lagi terjebak pada inkslusifisme, radikalisme. Pasalnya, Gereja pernah terjebak menjadi eksklusif bahwa gereja melihat sebuah masyarakat kumpulan orang diharapkan memiliki negara. Tapi jika dilihat iman yang lebih dalam menjadi paradog.
“Gereja Katholik pernah mengkaji bahwa ajarannya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan bahkan kepercayaan katolik sama dengan apa yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila,”tuturnya.
Gereja menyadari sebagai isntitusi spiritual bukan institusi politik. Gereja harus bisa mewartakan kebaikan-kebaikan, hal ini juga sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Manusia itu sungguh berharga seperti Tuhan yang menciptakan secara utuh dan memiliki nilai-nilai kebaikan. Realitas sosial menjadi rusak karena pemahaman agama yang masih menginklusifkan sendiri tanpa memperhatikan orang lain.
Pancasila menjadi rahmat bagi semua manusia dan tidak membeda-bedakan agama, suku maupun ras. Sebagai manusia harus berani bersikap kritis dan rendah diri, alangkah baiknya melakukan kritik untuk diri sendiri untuk membangun kebaikan.
Lihat Juga :