Mendagri Tekankan Pemda Bergerak Selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:23 WIB
loading...
Mendagri Tekankan Pemda...
Mendagri Tito Karnavian mengajak Pemda untuk menggerakkan roda ekonomi daerah, sehingga selaras dengan Asta Cita Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk menggerakkan roda ekonomi daerah, sehingga selaras dengan Asta Cita Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.

Tito mengatakan visi besar pemerintahan Prabowo- Gibran bukan saja digerakkan oleh pusat, melainkan juga butuh keterlibatan aktif pemda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

"Saya harap teman-teman kepala daerah bergerak dengan visi yang sama. Semua daerah di Indonesia memiliki potensi besar. Mari berinovasi dan berkreasi mengoptimalkan potensi yang ada, tidak hanya untuk daerah, tapi juga untuk Indonesia," katanya.

Menurut Tito, seluruh program kerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama setahun terakhir berfokus pada upaya mewujudkan ekonomi kerakyatan. Paradigma ini berpijak pada komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil dan memastikan negara hadir dalam setiap sektor ekonomi.

Baca juga: Penyumbang Utama Inflasi, Mendagri Imbau Pemda Kendalikan Harga Pangan

“Paradigma Presiden Prabowo berbeda dengan ekonomi liberal kapitalis yang menyerahkan semua pada mekanisme pasar. Di mana, yang kuat akan semakin kuat dan yang lemah makin tertinggal,” ujarnya.

Tito menjelaskan, semangat ekonomi kerakyatan tersebut tercermin dalam berbagai program unggulan Asta Cita, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketahanan dan Swasembada Pangan, serta Sekolah Rakyat. Selain itu, program Koperasi Desa Merah Putih juga disiapkan untuk memperkuat perputaran ekonomi di desa-desa dan meningkatkan daya saing ekonomi rakyat.

Sebagai negara dengan sistem semidesentralisasi, Tito mengingatkan bahwa Pemda memiliki kewenangan besar dalam mengelola sumber daya alam dan membuat regulasi di daerah. Karena itu, setiap Pemda harus memastikan arah kebijakannya selaras dengan visi Asta Cita Prabowo-Gibran, agar tidak terjadi ketimpangan antara pusat dan daerah.

Baca juga: 20 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan Akhir September 2025

“Kalau ada satu daerah atau sebagian daerah tidak bekerja maksimal, dampaknya bisa memengaruhi angka nasional, termasuk inflasi,” tegasnya.

Selain itu, Tito mendorong Pemda untuk berinovasi dalam bidang ekonomi, pengelolaan sumber daya alam (SDA), dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai, inovasi daerah yang kuat akan memberikan dampak agregat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita diprediksi bisa keluar dari middle income trap dan menjadi kekuatan ekonomi dunia peringkat empat atau lima pada 2045. Tapi itu hanya bisa tercapai bila pusat dan daerah bergerak bersama,” ujar mantan Kapolri ini.

Tito menegaskan, pembagian kewenangan dan anggaran antara pemerintah pusat dan daerah sudah cukup untuk menjadi modal sinergi dan kolaborasi pembangunan. Ia berharap, Pemda tidak hanya fokus pada kepentingan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap visi besar Indonesia Maju.

"Kita harus bergerak seirama. Karena visi Asta Cita bukan hanya untuk pusat, tapi juga pedoman bagi daerah dalam mewujudkan ekonomi yang adil dan berkeadilan,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved