Menteri Haji Minta Kejaksaan Agung Kawal Peralihan Aset dan Pegawai dari Kemenag
Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
"Termasuk kami meminta masukan terkait beberapa nama sekitar 300-400 orang yang akan masuk ke Kementerian Haji untuk ditracking, ditracing oleh Kejagung untuk bisa memastikan bahwa mereka orang-orang bersih dan bisa bergabung dengan kami di Kementerian Haji," kata Gus Irfan.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan, pihaknya siap mendukung Kementerian Haji dan Umrah agar memastikan aset dan pegawai yang bersih. Menurutnya, hal itu baik agar menghindarkan praktik lancung para pegawai ke depannya.
"Tentunya ini adalah dalam rangka kebersihan. Bukan bersihnya bersih-bersih kotor-kotoran, Tapi hal-hal yang menghindarkan dan menjadi perbuatan-perbuatan yang adanya korup di situ, karena kita tahu bahwa yang terjadi kemarin di Kemenag adalah perbuatan-perbuatan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Tetapi masih terjadi dan untuk itu, kita mau pindah," kata Burhanuddin.
Ia pun berharap, proses peralihan aset dan pegawai ini tak membuat Kementerian Haji dan Umrah menghadapi persoalan ke depannya.
"Kita harapkan dengan kementerian yang baru, dengan pola kerja yang baru, dengan orang-orang yang betul-betul kredibel dan pas di tempatnya," tegasnya.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan, pihaknya siap mendukung Kementerian Haji dan Umrah agar memastikan aset dan pegawai yang bersih. Menurutnya, hal itu baik agar menghindarkan praktik lancung para pegawai ke depannya.
"Tentunya ini adalah dalam rangka kebersihan. Bukan bersihnya bersih-bersih kotor-kotoran, Tapi hal-hal yang menghindarkan dan menjadi perbuatan-perbuatan yang adanya korup di situ, karena kita tahu bahwa yang terjadi kemarin di Kemenag adalah perbuatan-perbuatan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Tetapi masih terjadi dan untuk itu, kita mau pindah," kata Burhanuddin.
Ia pun berharap, proses peralihan aset dan pegawai ini tak membuat Kementerian Haji dan Umrah menghadapi persoalan ke depannya.
"Kita harapkan dengan kementerian yang baru, dengan pola kerja yang baru, dengan orang-orang yang betul-betul kredibel dan pas di tempatnya," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :