Menteri Haji Minta Kejaksaan Agung Kawal Peralihan Aset dan Pegawai dari Kemenag

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:49 WIB
loading...
Menteri Haji Minta Kejaksaan...
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengawal proses peralihan aset dan pegawai dari Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu agar aset dan pegawai yang ditempatkan di Kementeri Haji dan Umrah bersih tanpa menimbulkan masalah.

Permintaan itu disampaikan Gus Irfan, sapaan akrabnya Mochamad Irfan Yusuf, saat bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Baca juga: 200 Nama Calon Pejabat Kementerian Haji dan Umrah Diserahkan ke KPK

"Kami tadi beraudiensi dengan, Pak Jaksa Agung saya dengan Wakil Menteri Haji dan tim ini terkait dengan amanah dari Presiden bahwa beliau berharap pelaksanaan haji di bawah Kementerian Haji dan Umroh, ini harus bersih dan transparan," tutur Gus Irfan yang didampingi Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.



Gus Irfan menjelaskan, pihaknya ingin meminta pendampingan dengan Kejagung dalam rangka mewujudkan amanah Presiden Prabowo Subianto, yakni proses haji harus transparan dan akuntabel.

Pendampingan ini terkhusus terkait peralihan aset dari Kemenag ke Kementerian Haji dan Umrah. Hal itu ditujukan agar aset yang diterima Kementerian Haji dan Umrah tak menimbulkan masalah ke depan.

Baca juga: Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Datangi KPK, Audiensi Pencegahan Korupsi

"Terkait dengan proses peralihan aset-aset dari Kemenag dalam hal ini PHU ke Kementrian Haji, kita juga minta pendampingan agar bahwa aset-aset yang akan kami terima nanti benar-benar aset-aset yg bersih, clean, tidak ada permasalahan di kemudian hari," mata Gus Irfan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga meminta Kejagung untuk mengawal proses peralihan ratusan pegawai Kemenag ke Kementerian Haji dan Umrah.

"Termasuk kami meminta masukan terkait beberapa nama sekitar 300-400 orang yang akan masuk ke Kementerian Haji untuk ditracking, ditracing oleh Kejagung untuk bisa memastikan bahwa mereka orang-orang bersih dan bisa bergabung dengan kami di Kementerian Haji," kata Gus Irfan.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan, pihaknya siap mendukung Kementerian Haji dan Umrah agar memastikan aset dan pegawai yang bersih. Menurutnya, hal itu baik agar menghindarkan praktik lancung para pegawai ke depannya.

"Tentunya ini adalah dalam rangka kebersihan. Bukan bersihnya bersih-bersih kotor-kotoran, Tapi hal-hal yang menghindarkan dan menjadi perbuatan-perbuatan yang adanya korup di situ, karena kita tahu bahwa yang terjadi kemarin di Kemenag adalah perbuatan-perbuatan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Tetapi masih terjadi dan untuk itu, kita mau pindah," kata Burhanuddin.

Ia pun berharap, proses peralihan aset dan pegawai ini tak membuat Kementerian Haji dan Umrah menghadapi persoalan ke depannya.

"Kita harapkan dengan kementerian yang baru, dengan pola kerja yang baru, dengan orang-orang yang betul-betul kredibel dan pas di tempatnya," tegasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Rekomendasi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved