Eks Pimpinan KPK Geram Penegak Hukum Tak Paham Perintah Prabowo Soal Pemberantasan Korupsi
Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:38 WIB
loading...
Pimpinan KPK 2015-2019 Saut Situmorang memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019 Saut Situmorang memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi. Hal itu dibuktikan dari banyaknya kasus mega korupsi yang diungkap dalam setahun pemerintahannya.
Hal itu ditegaskan Saut Sitomorang saat menjadi narasumber di Podcast SindoNews “To The Po!nt Aja” dikutip pada Selas (14/10/2025).
“Per hari ini, dia presiden yang berbeda dari sisi antikorupsi. Sorry kalau gue bandingin mulai dari negeri ini berdiri. Soal itu nanti jadi kenyataan itu kita pegang omongannya. Kita sudah lihat statemen-statemennya. Kalau zaman dulu, Ismail Marzuki nyanyi antikorupsi aja tidak boleh, engak boleh Pak,” ujarnya.
Baca juga: Prabowo Kaget, Ternyata Korupsi di Indonesia Sangat Parah
Saut kemudian menyinggung pidato Prabowo pada 18 Agustus di DPR. Saat itu, Prabowo dengan tegas menyatakan, akan memberantas korupsi di Indonesia.
“Yang paling keren, tonton pidato dia pada 18 Agustus di DPR, itu yang paling keren dia ngomong soal antikorupsi sebenarnya. Saya tidak peduli mau Jenderal-Jenderal, mau apa, saya kejar. Itu jelas, dilihat sama dunia internasional. Itukan ada diplomat semua duduk di situ, keren nieh, kita bisa investasi kalau negara kaya begini,” ucapnya.
Menurut Saut, pidato Prabowo memberikan harapan kepada dunia internasional. Tinggal bagaimana aparat penegak hukum menjabarkan pernyataan tersebut. “Itu hope kan, jelas itu. Polisi, jaksa, KPK jabarin dong omongan Presiden,” tegasnya.
Baca juga: Prabowo Beberkan Ada Koruptor Nyolong Rp2-3 Triliun Tiap Tahun: Saya Lawan!
Dalam dunia intelijen, kata Saut, Presiden batuk bisa diartikan sebagai sebuah perintah. Apalagi pidato Prabowo disampaikan di depan diplomat dan dipantau oleh seluruh dunia. “Saya harapkan beliau sehat sampai 2029,” ucapnya.
Disinggung soal dukungan Presiden Prabowo terkait dengan pengejaran buronan korupsi yang berada di luar negeri, Saut menegaskan, Presiden sudah berkali-kali menyatakan hal itu. “Jangan sampai dia ngomong 50 kali kaya gitu. Kalau dia sampai ngomong 50 kali aku rasa kita ke Kuningan, lo paham enggak sih perintah Presiden, kan gitu kan,” katanya.
Saut kemudian mengulas independensi KPK dan manuver cepat dalam mengejar buronan korupsi hingga menyewa pesawat ke Kolombia. “Kalau sekarang mereka kan mikir karena sekarang pegawai negeri, kerugian negara nanti gue diadilin. Jadi mereka takut bermanuver, bisa jadi,” paparnya.
Menurut Saut, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti mutual legal assistance. Saut menilai, ada instrumen-intrumen yang tidak berjalan dan harus diselesaikan.
“Kalau orang-orang mengerti perintah Presiden Prabowo, orang yang paham hukum-hukum antikorupsi, apa pun mereka di situ, kita tidak usah menyebut tapi ada sekitar lima atau beberapa nama yang paham UU jabarin dong, ini ada orang-orang yang harus ditindak lanjuti, kerja sama dengan luar negeri, mutual legal assistancenya seperti apa? Ada undang-undangnya, terus UU KPK seperti apa? Terus UU Tipikor seperti apa? UU Perampasan Aset seperti apa? Instrument-instrumennya harus di clear kan,” katanya.
Hal itu ditegaskan Saut Sitomorang saat menjadi narasumber di Podcast SindoNews “To The Po!nt Aja” dikutip pada Selas (14/10/2025).
“Per hari ini, dia presiden yang berbeda dari sisi antikorupsi. Sorry kalau gue bandingin mulai dari negeri ini berdiri. Soal itu nanti jadi kenyataan itu kita pegang omongannya. Kita sudah lihat statemen-statemennya. Kalau zaman dulu, Ismail Marzuki nyanyi antikorupsi aja tidak boleh, engak boleh Pak,” ujarnya.
Baca juga: Prabowo Kaget, Ternyata Korupsi di Indonesia Sangat Parah
Saut kemudian menyinggung pidato Prabowo pada 18 Agustus di DPR. Saat itu, Prabowo dengan tegas menyatakan, akan memberantas korupsi di Indonesia.
“Yang paling keren, tonton pidato dia pada 18 Agustus di DPR, itu yang paling keren dia ngomong soal antikorupsi sebenarnya. Saya tidak peduli mau Jenderal-Jenderal, mau apa, saya kejar. Itu jelas, dilihat sama dunia internasional. Itukan ada diplomat semua duduk di situ, keren nieh, kita bisa investasi kalau negara kaya begini,” ucapnya.
Menurut Saut, pidato Prabowo memberikan harapan kepada dunia internasional. Tinggal bagaimana aparat penegak hukum menjabarkan pernyataan tersebut. “Itu hope kan, jelas itu. Polisi, jaksa, KPK jabarin dong omongan Presiden,” tegasnya.
Baca juga: Prabowo Beberkan Ada Koruptor Nyolong Rp2-3 Triliun Tiap Tahun: Saya Lawan!
Dalam dunia intelijen, kata Saut, Presiden batuk bisa diartikan sebagai sebuah perintah. Apalagi pidato Prabowo disampaikan di depan diplomat dan dipantau oleh seluruh dunia. “Saya harapkan beliau sehat sampai 2029,” ucapnya.
Disinggung soal dukungan Presiden Prabowo terkait dengan pengejaran buronan korupsi yang berada di luar negeri, Saut menegaskan, Presiden sudah berkali-kali menyatakan hal itu. “Jangan sampai dia ngomong 50 kali kaya gitu. Kalau dia sampai ngomong 50 kali aku rasa kita ke Kuningan, lo paham enggak sih perintah Presiden, kan gitu kan,” katanya.
Saut kemudian mengulas independensi KPK dan manuver cepat dalam mengejar buronan korupsi hingga menyewa pesawat ke Kolombia. “Kalau sekarang mereka kan mikir karena sekarang pegawai negeri, kerugian negara nanti gue diadilin. Jadi mereka takut bermanuver, bisa jadi,” paparnya.
Menurut Saut, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti mutual legal assistance. Saut menilai, ada instrumen-intrumen yang tidak berjalan dan harus diselesaikan.
“Kalau orang-orang mengerti perintah Presiden Prabowo, orang yang paham hukum-hukum antikorupsi, apa pun mereka di situ, kita tidak usah menyebut tapi ada sekitar lima atau beberapa nama yang paham UU jabarin dong, ini ada orang-orang yang harus ditindak lanjuti, kerja sama dengan luar negeri, mutual legal assistancenya seperti apa? Ada undang-undangnya, terus UU KPK seperti apa? Terus UU Tipikor seperti apa? UU Perampasan Aset seperti apa? Instrument-instrumennya harus di clear kan,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :