Dokter Tifa Soroti Keanehan Salinan Ijazah Jokowi: Tanda Tangan Rektor hingga Nomor Induk Mahasiswa Dihapus
Senin, 13 Oktober 2025 - 14:03 WIB
loading...
Pegiat media sosial dokter Tifa menyoroti keanehan salinan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diterima dari KPU DKI Jakarta, Senin (13/10/2025). Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A
A
A
JAKARTA - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa telah menerima salinan ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada Senin (13/10/2025). Meski dokumen fisik tersebut telah ia pegang, namun ada keanehan dari salinan ijazah Jokowi yang telah dilegalisir tersebut.
"Kemudian yang aneh ini ada konsistensi keanehan, jadi yang konsisten itu keanehan saja. ketidaklaziman dan aneh sekali ya itu adalah bahwa pada beberapa artefak di dalam ijazah kenapa mesti ditutupi gitu loh. Untuk apa ditutupi ini kan suatu keanehan karena nggak jelas," kata dokter Tifa kepada wartawan di KPU DKI Jakarta, Senin (13/10/2025).
Baca juga: Roy Suryo Ungkap Tujuan Ziarah ke Makam Ayah dan Ibu Jokowi, Ternyata...
Keanehan salinan ijazah tersebut terletak pada tanda tangan dari rektor dan dekan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dihapus alias dihilangkan. Termasuk juga gambar materai dari hasil legalisir ijazah.
"Termasuk materai-nya di blok seperti ini kemudian nama yang bersangkutan juga diblok padahal kita juga tahu kan, kita minta kan nama Joko Widodo, ini nomor mahasiswanya juga di blok untuk apa," ucap dia.
Yang lebih aneh menurutnya adalah Nomor Induk Mahasiswa (NIM) Joko Widodo yang dihilangkan dari salinan tersebut.
"Sekali lagi konsistensi keanehan adalah tidak ada nomor induk mahasiswa yang sebelah kanan ini nomor induk mahasiswa sesuai urutan universitas di sini juga di blok seharusnya ini ada kan," tuturnya.
Baca juga: Dapat Salinan Ijazah Jokowi, Roy Suryo: 99,9 Persen Palsu
Meski ada beberapa hal yang dihapus, dokter Tifa mengaku telah mengetahui isi kolom tersebut. Sebab sebelumnya ijazah Jokowi telah ditampilkan ke publik melalui instansi resmi.
"Kita sudah mendapatkan spesimen ijazah ini ya lengkap pada waktu Oktober 2022 di mana dekan fakultas kehutanan UGM sendiri itu sudah menunjukkan salinan fotocopy yang yang tidak ditutupi seperti ini. Kemudian bareskrim pun tanggal 22 Mei 2025 itu juga sudah mengeluarkan salinan fotocopy ijazah tersebut," pungkasnya.
Adapun, bedasarkan pantauan iNews Media Group, bukan hanya Dr Tifa yang menyambangi kantor KPU DKI Jakarta pada pagi ini. Pakar Telematika, Roy Suryo; Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dan Pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi juga turut hadir.
Dengan kehadiran Bonatua di KPU DKI Jakarta, artinya dia telah memiliki dua dokumen salinan ijazah Jokowi. Sebab salinan pertama ijazah Jokowi ia terima melalui melalui KPU RI.
"Kemudian yang aneh ini ada konsistensi keanehan, jadi yang konsisten itu keanehan saja. ketidaklaziman dan aneh sekali ya itu adalah bahwa pada beberapa artefak di dalam ijazah kenapa mesti ditutupi gitu loh. Untuk apa ditutupi ini kan suatu keanehan karena nggak jelas," kata dokter Tifa kepada wartawan di KPU DKI Jakarta, Senin (13/10/2025).
Baca juga: Roy Suryo Ungkap Tujuan Ziarah ke Makam Ayah dan Ibu Jokowi, Ternyata...
Keanehan salinan ijazah tersebut terletak pada tanda tangan dari rektor dan dekan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dihapus alias dihilangkan. Termasuk juga gambar materai dari hasil legalisir ijazah.
"Termasuk materai-nya di blok seperti ini kemudian nama yang bersangkutan juga diblok padahal kita juga tahu kan, kita minta kan nama Joko Widodo, ini nomor mahasiswanya juga di blok untuk apa," ucap dia.
Yang lebih aneh menurutnya adalah Nomor Induk Mahasiswa (NIM) Joko Widodo yang dihilangkan dari salinan tersebut.
"Sekali lagi konsistensi keanehan adalah tidak ada nomor induk mahasiswa yang sebelah kanan ini nomor induk mahasiswa sesuai urutan universitas di sini juga di blok seharusnya ini ada kan," tuturnya.
Baca juga: Dapat Salinan Ijazah Jokowi, Roy Suryo: 99,9 Persen Palsu
Meski ada beberapa hal yang dihapus, dokter Tifa mengaku telah mengetahui isi kolom tersebut. Sebab sebelumnya ijazah Jokowi telah ditampilkan ke publik melalui instansi resmi.
"Kita sudah mendapatkan spesimen ijazah ini ya lengkap pada waktu Oktober 2022 di mana dekan fakultas kehutanan UGM sendiri itu sudah menunjukkan salinan fotocopy yang yang tidak ditutupi seperti ini. Kemudian bareskrim pun tanggal 22 Mei 2025 itu juga sudah mengeluarkan salinan fotocopy ijazah tersebut," pungkasnya.
Adapun, bedasarkan pantauan iNews Media Group, bukan hanya Dr Tifa yang menyambangi kantor KPU DKI Jakarta pada pagi ini. Pakar Telematika, Roy Suryo; Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dan Pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi juga turut hadir.
Dengan kehadiran Bonatua di KPU DKI Jakarta, artinya dia telah memiliki dua dokumen salinan ijazah Jokowi. Sebab salinan pertama ijazah Jokowi ia terima melalui melalui KPU RI.
(shf)
Lihat Juga :