Istilah Geng Solo Diprotes Warga: Harusnya Geng Jokowi
Senin, 13 Oktober 2025 - 09:36 WIB
loading...
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Istilah Geng Solo atau sebutan bagi orang-orang terdekat Mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) diprotes warga setempat. Salah satu warga Solo yang keberatan dengan istilah tersebut adalah Ketua Umum Komunitas Wanita Pejuang Indonesia (KWPI) Nasional Wuri Handayani.
Wanita yang juga akrab disapa Wuri Baret ini mengatakan bahwa tidak semua warga Solo itu picik atau zalim. “Apalagi kata-kata Geng Solo, bahwa tidak semua orang Solo itu picik, licik, dan busuk, apalagi zalim,” kata Wuri dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin (13/10/2025).
Mantan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Tengah V (Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali) ini menyarankan istilah yang tepat. “Harusnya itu bukan Geng Solo, tapi Geng Mulyono atau Geng Jokowi,” ujarnya.
Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Kunjungi Makam Kakek Neneknya, Gibran: Siapa Pun Boleh Ziarah Kubur
Diberitakan sebelumnya, Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai fenomena yang disebut-sebut sebagai Geng Solo merupakan refleksi dari adanya loyalitas ganda dalam lingkaran kekuasaan. Hal ini bukan sekadar perdebatan istilah melainkan problem mendasar yang bisa memicu keretakan politik jika tidak dikelola dengan baik.
Baca juga: Prabowo Panggil Ketua MPR hingga Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Apa?
“Dalam politik, loyalitas tidak bisa bercabang. Kalau ada loyalitas ganda yang terjadi bukan harmoni melainkan kekacauan,” ujar Pangi dalam dialog spesial Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (2/9/2025).
Menurut Pangi, istilah Geng Solo mencuat bukan tanpa sebab. Publik mulai merasakan adanya tarik-menarik kepentingan di sekitar lingkaran elite. Situasi tersebut kerap melahirkan persepsi seolah-olah terdapat matahari kembar dalam tubuh pemerintahan.
“Kalau ini tidak segera dijernihkan akan muncul ruang abu-abu di mana pejabat seakan punya dua pusat gravitasi. Itulah yang kita sebut sebagai loyalitas ganda dan sangat berbahaya,” katanya.
Wanita yang juga akrab disapa Wuri Baret ini mengatakan bahwa tidak semua warga Solo itu picik atau zalim. “Apalagi kata-kata Geng Solo, bahwa tidak semua orang Solo itu picik, licik, dan busuk, apalagi zalim,” kata Wuri dikutip dari YouTube Refly Harun, Senin (13/10/2025).
Mantan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Tengah V (Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Boyolali) ini menyarankan istilah yang tepat. “Harusnya itu bukan Geng Solo, tapi Geng Mulyono atau Geng Jokowi,” ujarnya.
Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Kunjungi Makam Kakek Neneknya, Gibran: Siapa Pun Boleh Ziarah Kubur
Diberitakan sebelumnya, Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai fenomena yang disebut-sebut sebagai Geng Solo merupakan refleksi dari adanya loyalitas ganda dalam lingkaran kekuasaan. Hal ini bukan sekadar perdebatan istilah melainkan problem mendasar yang bisa memicu keretakan politik jika tidak dikelola dengan baik.
Baca juga: Prabowo Panggil Ketua MPR hingga Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Apa?
“Dalam politik, loyalitas tidak bisa bercabang. Kalau ada loyalitas ganda yang terjadi bukan harmoni melainkan kekacauan,” ujar Pangi dalam dialog spesial Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (2/9/2025).
Menurut Pangi, istilah Geng Solo mencuat bukan tanpa sebab. Publik mulai merasakan adanya tarik-menarik kepentingan di sekitar lingkaran elite. Situasi tersebut kerap melahirkan persepsi seolah-olah terdapat matahari kembar dalam tubuh pemerintahan.
“Kalau ini tidak segera dijernihkan akan muncul ruang abu-abu di mana pejabat seakan punya dua pusat gravitasi. Itulah yang kita sebut sebagai loyalitas ganda dan sangat berbahaya,” katanya.
(rca)
Lihat Juga :