PP ISNU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Zakat untuk Beasiswa-Modal Usaha
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
“ISNU ingin menjadi salah satu entitas yang bisa memanfaatkan potensi besar ini. Kita ingin terlibat secara langsung menjadi bagian dari sistem crowdfunding, sekaligus memberikan literasi, sosialisasi, dan advokasi kepada masyarakat yang belum memahami mekanismenya,” ujar Kamaruddin saat menghadiri acara di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
Menurutnya, istilah crowdfunding memang terbilang baru di Indonesia, namun praktiknya sudah lama dikenal dalam tradisi filantropi Islam.
“Crowdfunding itu sebenarnya dana yang dikumpulkan dari berbagai pihak untuk tujuan tertentu. Konsep ini tidak jauh berbeda dengan lembaga-lembaga filantropi Islam seperti BAZNAS, LAZ, atau Badan Wakaf Indonesia (BWI). Bedanya, crowdfunding kini bisa lebih luas menjangkau masyarakat melalui teknologi digital,” jelasnya.
Melalui platform digital yang tengah disiapkan, ISNU berharap dapat mengajak masyarakat, terutama generasi muda dan Gen Z, untuk ikut serta dalam gerakan kedermawanan berbasis teknologi.
“Saya yakin banyak masyarakat yang sebenarnya ingin berinfak, bersedekah, atau berwakaf. Hanya saja, mereka belum tahu caranya, instrumennya, atau lembaga yang kredibel. Kalau semua itu sudah jelas dan transparan, partisipasi masyarakat pasti meningkat,” tegasnya.
Menurutnya, istilah crowdfunding memang terbilang baru di Indonesia, namun praktiknya sudah lama dikenal dalam tradisi filantropi Islam.
“Crowdfunding itu sebenarnya dana yang dikumpulkan dari berbagai pihak untuk tujuan tertentu. Konsep ini tidak jauh berbeda dengan lembaga-lembaga filantropi Islam seperti BAZNAS, LAZ, atau Badan Wakaf Indonesia (BWI). Bedanya, crowdfunding kini bisa lebih luas menjangkau masyarakat melalui teknologi digital,” jelasnya.
Melalui platform digital yang tengah disiapkan, ISNU berharap dapat mengajak masyarakat, terutama generasi muda dan Gen Z, untuk ikut serta dalam gerakan kedermawanan berbasis teknologi.
“Saya yakin banyak masyarakat yang sebenarnya ingin berinfak, bersedekah, atau berwakaf. Hanya saja, mereka belum tahu caranya, instrumennya, atau lembaga yang kredibel. Kalau semua itu sudah jelas dan transparan, partisipasi masyarakat pasti meningkat,” tegasnya.
Lihat Juga :