Kemenko Polkam: Sinergi Lintas Sektor Kunci Perkuat Nilai-nilai Pancasila

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 20:23 WIB
loading...
Kemenko Polkam: Sinergi...
Kemenko Polkam menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi (FKS) di Makassar. Foto/istimewa
A A A
MAKASSAR - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ( Kemenko Polkam ) menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila. Sebab, Pancasila harus menjadi fondasi yang kokoh untuk memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan kebangsaan.

Pemantapan nilai-nilai Pancasila itu dibahas dalam Forum Koordinasi dan Sinkronisasi (FKS) bertema “Meneguhkan Pancasila, Mempersatukan Indonesia: Sinergi Lintas Sektor dalam Internalisasi Ideologi Pancasila pada Lingkungan Penyelenggaraan Negara Guna Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” yang digelar Kemenko Polkam di Hotel Claro, Makassar Jumat, 10 Oktober 2025.

Forum ini dihadiri sekitar 250 peserta, termasuk pejabat pusat dan daerah, unsur TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, forum kebangsaan, akademisi, serta media. Sejumlah narasumber hadir, antara lain Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Mayjen TNI Rido Hermawan; Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hamdan Hamedan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar Hamdan Juhannis, dan Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP Toto Purbiyanto.

Baca juga: Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Hadapi Kontinjensi Konflik Global dan Regional

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, sinergi, serta harmonisasi program antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Selain itu, FKS juga menjadi sarana pemantauan dan evaluasi implementasi internalisasi ideologi Pancasila agar selaras dengan perencanaan pembangunan nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat Pancasila di tengah berbagai tantangan kebangsaan.

“Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan program ini. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi yang kokoh untuk memperkuat persatuan, mendukung kohesi sosial, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban tinggi,” ujar Purwito.

Baca juga: Bakal Panggil Menteri di Bawah Kemenko Polkam, Djamari: Lihat Ada Tidaknya Bottle Neck

Sedangkan, Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Mayjen TNI Rido Hermawan mengusulkan trilogi aksi penyelenggara negara melalui ranah sikap dan perilaku (integritas pribadi), ranah pengambilan keputusan (kebijakan publik) dan ranah tata kelola (aksi institusional).

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hamdan Hamedan dalam paparannya menyampaikan bahwa Pancasila adalah kompas moral bangsa.

“Asta Cita bukan sekedar agenda, tetapi pilar kebijakan yang saling memperkuat menuju Indonesia Emas 2045. Program Prioritas meliputi bidang SDM, ekonomi rakyat, kesehatan, pendidikan hingga perumahan,” ujarnya.

Rektor UIN Alaudin Makassar Hamdan Juhannis memaparkan sila-sila Pancasila telah secara tegas memberikan panduan etis bagi penyelenggaraan negara Indonesia menuju manusia yang berintegritas. Sementara itu, Toto Purbiyanto menegaskan bahwa pembinaan ideology Pancasila merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya BPIP.

Pembinaan ideologi Pancasila memiliki dua fokus sasaran yaitu individu dan institusi melalui kebijakan dan regulasi. Melalui forum ini, Kemenko Polkam berharap internalisasi nilai-nilai Pancasila dapat semakin membumi, menjadi fondasi persatuan bangsa, memperkuat kohesi sosial, dan meneguhkan Indonesia menuju negara yang bersatu, maju, inklusif, dan berintegritas pada 2045.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
Prabowo: Waisak Momentum...
Prabowo: Waisak Momentum Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Berita Terkini
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Infografis
Iran Perkuat Militernya...
Iran Perkuat Militernya dengan Rudal Antikapal yang Tak Terlacak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved