Calon Praja IPDN Meninggal saat Diksar, Ini Respons Istana
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 20:19 WIB
loading...
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Seorang calon praja di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra), Rabu (8/10/2025) malam. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku belum menerima laporan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
"Sebagaimana selama ini, kejadian-kejadian seperti itu kan sudah terjadi beberapa kali dan itu sekali lagi menjadi salah satu pekerjaan rumah kita bersama-sama yang seharusnya di lembaga-lembaga pendidikan," kata Prasetyo saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).
Prasetyo menilai, tradisi yang kurang mendidik di lembaga pendidikan harus diperbaiki. Perbaikan tradisi itu, kata dia, tak hanya berlaku untuk Kampus IPDN. "Kita harus memperbaiki proses dan ya apa namanya kebiasaan-kebiasaan atau mungkin tradisi-tradisi mendidik yang kurang tepat Itu harus kita perbaiki, tidak hanya di IPDN," katanya.
Baca Juga: Calon Praja IPDN Asal Maluku Utara Meninggal saat Ikuti Diksar di Jatinangor
Sebelumnya, seorang calon praja asal Maluku Utara, Maulana Izzat Nurhadi (20) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra), Rabu (8/10/2025) malam.
Kabar ini sempat mengejutkan karena Maulana diketahui dalam kondisi sehat dan aktif mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dasar di kampus IPDN.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis, penyebab kematiannya dipastikan akibat henti jantung. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN Jatinangor Arief M Edie.
Dia mengatakan, Maulana meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB saat mengikuti apel malam yang merupakan bagian dari kegiatan rutin sebelum para calon praja beristirahat.
"Jadi kejadiannya Rabu malam pukul 23.00 WIB. Apel malam ini kegiatan rutin untuk pengecekan sebelum tidur bagi para calon praja," kata Arief di Kampus IPDN Jatinangor, Jumat (10/10/2025).
Seusai apel, Maulana sempat mengeluh lemas hingga petugas medis yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Dia kemudian dibawa ke klinik kampus IPDN, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Unpad untuk pemeriksaan lanjutan.
"Setelah malam itu dicek kenapa, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Unpad. Lalu diperiksa dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk pemulasaraan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, penyebab meninggalnya Maulana adalah henti detak jantung," kata Arief.
"Sebagaimana selama ini, kejadian-kejadian seperti itu kan sudah terjadi beberapa kali dan itu sekali lagi menjadi salah satu pekerjaan rumah kita bersama-sama yang seharusnya di lembaga-lembaga pendidikan," kata Prasetyo saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).
Prasetyo menilai, tradisi yang kurang mendidik di lembaga pendidikan harus diperbaiki. Perbaikan tradisi itu, kata dia, tak hanya berlaku untuk Kampus IPDN. "Kita harus memperbaiki proses dan ya apa namanya kebiasaan-kebiasaan atau mungkin tradisi-tradisi mendidik yang kurang tepat Itu harus kita perbaiki, tidak hanya di IPDN," katanya.
Baca Juga: Calon Praja IPDN Asal Maluku Utara Meninggal saat Ikuti Diksar di Jatinangor
Sebelumnya, seorang calon praja asal Maluku Utara, Maulana Izzat Nurhadi (20) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar Mental dan Disiplin Calon Praja Pratama (Diksarmendispra), Rabu (8/10/2025) malam.
Kabar ini sempat mengejutkan karena Maulana diketahui dalam kondisi sehat dan aktif mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dasar di kampus IPDN.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis, penyebab kematiannya dipastikan akibat henti jantung. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN Jatinangor Arief M Edie.
Dia mengatakan, Maulana meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB saat mengikuti apel malam yang merupakan bagian dari kegiatan rutin sebelum para calon praja beristirahat.
"Jadi kejadiannya Rabu malam pukul 23.00 WIB. Apel malam ini kegiatan rutin untuk pengecekan sebelum tidur bagi para calon praja," kata Arief di Kampus IPDN Jatinangor, Jumat (10/10/2025).
Seusai apel, Maulana sempat mengeluh lemas hingga petugas medis yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Dia kemudian dibawa ke klinik kampus IPDN, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Unpad untuk pemeriksaan lanjutan.
"Setelah malam itu dicek kenapa, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Unpad. Lalu diperiksa dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk pemulasaraan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, penyebab meninggalnya Maulana adalah henti detak jantung," kata Arief.
(zik)
Lihat Juga :