LAN Dorong Sekolah Rakyat Jadi Pembentuk Karakter Anak Bangsa
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 16:41 WIB
loading...
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq saat meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Licin dan Sekolah Rakyat 46 Muncar di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pendidikan bukan sekadar ruang untuk mengejar nilai dan ijazah, melainkan menjadi tempat menumbuhkan karakter, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Untuk itu, kehadiran Sekolah Rakyat (SR) diharapkan menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter anak bangsa.
Hal itu dikatakan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq saat meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Licin dan Sekolah Rakyat 46 Muncar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Baca juga: Kemensos-Kemenkeu Pastikan Program Sekolah Rakyat Berlanjut dan Diperluas hingga 2029
Taufiq menegaskan pendidikan karakter adalah inti dari Sekolah Rakyat. Melalui pendidikan karakter, anak-anak belajar untuk jujur, tangguh, dan memiliki daya juang dalam menghadapi tantangan hidup dan tentu saja memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk menggapai mimpi dan cita-cita besarnya.
“Program Sekolah Rakyat ini bukan hanya upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan antar generasi dan memperluas akses pendidikan, tetapi juga membangun fondasi moral dan mental bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat ini perlu memberi perhatian besar terhadap pendidikan afektif untuk memenuhi kebutuhan emosional anak-anak agar tumbuh para peserta didik tumbuh dengan rasa empati, toleransi, percaya diri, dan cinta Tanah Air," katanya, Jumat (10/10/2025).
Muhammad Taufiq juga menyampaikan, LAN hadir untuk mendukung program Sekolah Rakyat agar lebih kuat baik dari sisi kebijakan, tata kelola serta kapasitas.
Baca juga: Cerita Juniar, Siswi Sekolah Rakyat yang Dapat Pesan Motivasi dari Presiden Prabowo
Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan program pelatihan yang dikhususkan bagi para tenaga pendidik, wali siswa, serta administrator sekolah, hadirnya Sekolah Rakyat menjadi ladang menumbuhkan karakter dan impian besar anak-anak bangsa, tempat di mana setiap keterbatasan justru menjadi batu loncatan menuju keberhasilan.
Sementara itu, Kepala Pusdiklatbangprof Kementerian Sosial, Hasim menyampaikan bahwa LAN memiliki peran penting untuk mengevaluasi pelaksanaan dari Sekolah Rakyat. Mulai dari tata kelola, administrasi sehingga dapat memberikan masukan, sarana perbaikan dan solusi untuk perbaikan program ini.
“Program Sekolah Rakyat ini sangat spesial karena menjadi bahan perhatian Presiden dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan untuk menciptakan generasi pembelajar. Sekolah Rakyat sendiri memiliki pemahaman mulia untuk memuliakan anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, dengan memberikan layanan pendidikan, sarana dan prasarana, tata laksana dan kesehatan, hal ini juga membuktikan kehadiran negara di tengah masyarakat”, jelasnya
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Henik Setyorini menyampaikan, Sekolah Rakyat di Banyuwangi jadi jembatan anak-anak tidak mampu dan putus sekolah untuk meraih kesuksesan dengan pengetahuan dan karakter yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya.
Hal itu dikatakan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq saat meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Licin dan Sekolah Rakyat 46 Muncar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Baca juga: Kemensos-Kemenkeu Pastikan Program Sekolah Rakyat Berlanjut dan Diperluas hingga 2029
Taufiq menegaskan pendidikan karakter adalah inti dari Sekolah Rakyat. Melalui pendidikan karakter, anak-anak belajar untuk jujur, tangguh, dan memiliki daya juang dalam menghadapi tantangan hidup dan tentu saja memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk menggapai mimpi dan cita-cita besarnya.
“Program Sekolah Rakyat ini bukan hanya upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan antar generasi dan memperluas akses pendidikan, tetapi juga membangun fondasi moral dan mental bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat ini perlu memberi perhatian besar terhadap pendidikan afektif untuk memenuhi kebutuhan emosional anak-anak agar tumbuh para peserta didik tumbuh dengan rasa empati, toleransi, percaya diri, dan cinta Tanah Air," katanya, Jumat (10/10/2025).
Muhammad Taufiq juga menyampaikan, LAN hadir untuk mendukung program Sekolah Rakyat agar lebih kuat baik dari sisi kebijakan, tata kelola serta kapasitas.
Baca juga: Cerita Juniar, Siswi Sekolah Rakyat yang Dapat Pesan Motivasi dari Presiden Prabowo
Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan program pelatihan yang dikhususkan bagi para tenaga pendidik, wali siswa, serta administrator sekolah, hadirnya Sekolah Rakyat menjadi ladang menumbuhkan karakter dan impian besar anak-anak bangsa, tempat di mana setiap keterbatasan justru menjadi batu loncatan menuju keberhasilan.
Sementara itu, Kepala Pusdiklatbangprof Kementerian Sosial, Hasim menyampaikan bahwa LAN memiliki peran penting untuk mengevaluasi pelaksanaan dari Sekolah Rakyat. Mulai dari tata kelola, administrasi sehingga dapat memberikan masukan, sarana perbaikan dan solusi untuk perbaikan program ini.
“Program Sekolah Rakyat ini sangat spesial karena menjadi bahan perhatian Presiden dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan untuk menciptakan generasi pembelajar. Sekolah Rakyat sendiri memiliki pemahaman mulia untuk memuliakan anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, dengan memberikan layanan pendidikan, sarana dan prasarana, tata laksana dan kesehatan, hal ini juga membuktikan kehadiran negara di tengah masyarakat”, jelasnya
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Henik Setyorini menyampaikan, Sekolah Rakyat di Banyuwangi jadi jembatan anak-anak tidak mampu dan putus sekolah untuk meraih kesuksesan dengan pengetahuan dan karakter yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya.
(shf)
Lihat Juga :