Kemendagri Perkuat Kapasitas ASN Menulis Artikel Kebijakan Publik
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat, pemerintah dituntut mampu berkomunikasi dengan masyarakat secara lebih terbuka dan relevan.
“Kegiatan ini berawal dari keresahan kita bersama terhadap fenomena saat ini. Zaman telah berubah, teknologi semakin canggih, dan arus informasi di media sosial tidak terbendung. Pemerintah harus mampu menarasikan kebijakan dengan bahasa yang menyentuh kesadaran publik,” ungkap Tommy.
Baca juga: Polda Jatim Tingkatkan Kasus Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ke Penyidikan
Dia menilai, narasi kebijakan yang disampaikan pemerintah kerap kali masih terasa terlalu formal dan kaku, sehingga sulit menjangkau generasi muda dan masyarakat luas. Padahal, komunikasi yang efektif menjadi kunci penting agar kebijakan publik dapat dipahami dan diterima dengan baik.
“Hari ini kita kekurangan narator di ruang publik. Pemerintah sering terlihat reaktif dan defensif dalam menanggapi isu, padahal seharusnya mampu membangun diskursus positif dan konstruktif. Karena itu, BSKDN berkomitmen melahirkan narator-narator muda yang bisa membawa pesan kebijakan dengan bahasa publik,” jelasnya.
“Kegiatan ini berawal dari keresahan kita bersama terhadap fenomena saat ini. Zaman telah berubah, teknologi semakin canggih, dan arus informasi di media sosial tidak terbendung. Pemerintah harus mampu menarasikan kebijakan dengan bahasa yang menyentuh kesadaran publik,” ungkap Tommy.
Baca juga: Polda Jatim Tingkatkan Kasus Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ke Penyidikan
Dia menilai, narasi kebijakan yang disampaikan pemerintah kerap kali masih terasa terlalu formal dan kaku, sehingga sulit menjangkau generasi muda dan masyarakat luas. Padahal, komunikasi yang efektif menjadi kunci penting agar kebijakan publik dapat dipahami dan diterima dengan baik.
“Hari ini kita kekurangan narator di ruang publik. Pemerintah sering terlihat reaktif dan defensif dalam menanggapi isu, padahal seharusnya mampu membangun diskursus positif dan konstruktif. Karena itu, BSKDN berkomitmen melahirkan narator-narator muda yang bisa membawa pesan kebijakan dengan bahasa publik,” jelasnya.
Lihat Juga :