Projo Sangkal Narasi Pertemuan Prabowo-Jokowi Bahas Keluarga: Emang Ini Sinetron?
Kamis, 09 Oktober 2025 - 21:25 WIB
loading...
Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Waketum Projo Freddy Damanik meminta masyarakat tidak mengerdilkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di Kertanegara, Jakarta, pekan lalu. Hal itu ia sampaikan untuk membantah narasi pertemuan keduanya hanya sebatas membahas kepentingan keluarga.
"Soal keluarga, emang ini sinetron? Kira-kira gitu, ini kan politik kebangsaan," kata Freddy dalam program Interupsi, Kamis (9/10/2025).
Freddy menegaskan, pertemuan tersebut merupakan politik kebangsaan. "Jangan dikerdilkan hubungan Presiden Prabowo dengan Pak Jokowi itu ya seolah-olah seperti drama, begitu loh. Ini menurut saya mengecilkan kedua pemimpin ini, menghina kedua pemimpin ini," katanya.
Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Bertemu 2 Jam di Kertanegara
Ia menilai, pertemuan dua tokoh tersebut seharusnya diapresiasi. Sebab, perpindahan kepemimpinan keduanya menjadi transisi termulus sepanjang pergantian presiden Indonesia.
"Komitmen sudah dibangun sejak awal, bahwa ini adalah keberlanjutan. Ini visi tentang Indonesia Maju, visi tentang Indonesia Emas, gitu loh," ujarnya.
Freddy mengatakan, ini merupakan realitas politik yang kompleks dan rasional, bukan sinetron. "Bukan drama pertemuan untuk keluarga, jangan begitulah, ini seolah-olah melecehkan menurut saya, kedua tokoh bangsa gitu."
Diketahui, Prabowo dan Jokowi bertemu selama dua jam di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025). Ajudan Jokowi, Komisaris Polisi (Kompol) Syarif Muhammad Fitriansyah, pertemuan itu berlangsung tertutup.
"Soal keluarga, emang ini sinetron? Kira-kira gitu, ini kan politik kebangsaan," kata Freddy dalam program Interupsi, Kamis (9/10/2025).
Freddy menegaskan, pertemuan tersebut merupakan politik kebangsaan. "Jangan dikerdilkan hubungan Presiden Prabowo dengan Pak Jokowi itu ya seolah-olah seperti drama, begitu loh. Ini menurut saya mengecilkan kedua pemimpin ini, menghina kedua pemimpin ini," katanya.
Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Bertemu 2 Jam di Kertanegara
Ia menilai, pertemuan dua tokoh tersebut seharusnya diapresiasi. Sebab, perpindahan kepemimpinan keduanya menjadi transisi termulus sepanjang pergantian presiden Indonesia.
"Komitmen sudah dibangun sejak awal, bahwa ini adalah keberlanjutan. Ini visi tentang Indonesia Maju, visi tentang Indonesia Emas, gitu loh," ujarnya.
Freddy mengatakan, ini merupakan realitas politik yang kompleks dan rasional, bukan sinetron. "Bukan drama pertemuan untuk keluarga, jangan begitulah, ini seolah-olah melecehkan menurut saya, kedua tokoh bangsa gitu."
Diketahui, Prabowo dan Jokowi bertemu selama dua jam di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025). Ajudan Jokowi, Komisaris Polisi (Kompol) Syarif Muhammad Fitriansyah, pertemuan itu berlangsung tertutup.
(zik)
Lihat Juga :