Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Hadapi Kontinjensi Konflik Global dan Regional
Kamis, 09 Oktober 2025 - 11:49 WIB
loading...
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ( Kemenko Polkam) berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor. Hal itu agar seluruh kebijakan dan langkah strategis pemerintah dalam bidang pertahanan dan keamanan berjalan secara terpadu, adaptif, dan komprehensif.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat Kajian Publik: Ketahanan Nasional Indonesia Dihadapkan pada Kontinjensi Konflik Global dan Regional yang digelar di Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.
Forum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kemenko Polkam untuk membangun common understanding atau pemahaman bersama tentang hakikat ancaman terhadap stabilitas nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang semakin kompleks.
Baca juga: Bakal Panggil Menteri di Bawah Kemenko Polkam, Djamari: Lihat Ada Tidaknya Bottle Neck
“Kemenko Polkam berperan sebagai simpul koordinasi nasional dalam menghadapi dinamika global dan regional yang dapat berimplikasi terhadap stabilitas nasional. Melalui forum seperti ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memahami hakikat ancaman terhadap ketahanan nasional,” ujar Purwito.
Sebagai bagian dari upaya itu, Kemenko Polkam menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan) RI serta berbagai kalangan akademisi dan pengamat untuk memberikan perspektif strategis terhadap tantangan kontinjensi global dan regional.
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, menekankan posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik menuntut kesiapan nasional yang menyeluruh.
Baca juga: Deretan Brigjen Pol Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan pada September 2025
“Ketahanan nasional tidak semata bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, pendidikan, literasi, dan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya pengamat intelijen R.M. Wibawanto Nugroho Widodo, pengamat politik dan pertahanan dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting, serta Profesor Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI Dadan Umar Daihani.
Diskusi berlangsung komprehensif membahas potensi ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida terhadap stabilitas nasional, serta pentingnya pembentukan kesadaran bersama dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dunia.
Melalui kegiatan ini, Kemenko Polkam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antarkementerian/lembaga dan menggandeng kalangan akademisi serta masyarakat luas, guna memastikan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional sejalan dengan kepentingan strategis bangsa di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat Kajian Publik: Ketahanan Nasional Indonesia Dihadapkan pada Kontinjensi Konflik Global dan Regional yang digelar di Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.
Forum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kemenko Polkam untuk membangun common understanding atau pemahaman bersama tentang hakikat ancaman terhadap stabilitas nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang semakin kompleks.
Baca juga: Bakal Panggil Menteri di Bawah Kemenko Polkam, Djamari: Lihat Ada Tidaknya Bottle Neck
“Kemenko Polkam berperan sebagai simpul koordinasi nasional dalam menghadapi dinamika global dan regional yang dapat berimplikasi terhadap stabilitas nasional. Melalui forum seperti ini, kami ingin membangun kesamaan persepsi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memahami hakikat ancaman terhadap ketahanan nasional,” ujar Purwito.
Sebagai bagian dari upaya itu, Kemenko Polkam menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan) RI serta berbagai kalangan akademisi dan pengamat untuk memberikan perspektif strategis terhadap tantangan kontinjensi global dan regional.
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, menekankan posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik menuntut kesiapan nasional yang menyeluruh.
Baca juga: Deretan Brigjen Pol Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan pada September 2025
“Ketahanan nasional tidak semata bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, pendidikan, literasi, dan kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya pengamat intelijen R.M. Wibawanto Nugroho Widodo, pengamat politik dan pertahanan dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting, serta Profesor Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI Dadan Umar Daihani.
Diskusi berlangsung komprehensif membahas potensi ancaman militer, nonmiliter, dan hibrida terhadap stabilitas nasional, serta pentingnya pembentukan kesadaran bersama dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dunia.
Melalui kegiatan ini, Kemenko Polkam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antarkementerian/lembaga dan menggandeng kalangan akademisi serta masyarakat luas, guna memastikan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional sejalan dengan kepentingan strategis bangsa di tengah tantangan global yang terus berkembang.
(cip)
Lihat Juga :