Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global

Rabu, 08 Oktober 2025 - 21:34 WIB
loading...
Pakar Sebut Indonesia...
Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho menyampaikan pentingnya membangun daya tangkal asimetris untuk pertahanan nasional di kancah dunia. Foto/Danandaya Aria Putra
A A A
Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho menyampaikan pentingnya membangun daya tangkal asimetris untuk pertahanan nasional. Ini sebagai langkah Indonesia bersaing di kancah dunia.

Wibawanto mengatakan, dasar pertahanan paling utama yakni dibangun melalui kekuatan militer konvensional. Contohnya seperti kemampuan perang prajurit.

Baca juga: Optimasi Industri Pertahanan Nasional Indonesia

"Ya pertahanan nasional ya Indonesia membangun kemampuan konvensionalnya itu yang pasti. Ya yang itu nggak boleh ketinggalan," kata Wibawanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/10/2025).



Namun selain itu, negara ini perlu juga memperkuat kemampuan daya tangkal asimetris. Karena bangsa ini sulit jika harus bersaing pada kekuatan nuklir.

"Yang kedua harus membangun kemampuan pertahanan asimetris, daya tangkal asimetris tadi. Mungkin kita nggak bisa ngejar semua, apa namanya tadi, ada 13 ribu nuklear warhead gitu. Mungkin kita bukan kekuatan nuklir," ucapnya.

Baca juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ungkap Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional

"Atau ada 7 ribu satelit. Nah 7 ribu satelit itu mungkin kita nggak bisa langsung level yang spacefaring, karena spacefaring ada advance dan developing kan," sambungnya.

Dia melihat bangsa ini bisa mengejar lewat kemampuan pengembangan teknologi luar angkasa atau satelit. Pengembangan ini juga bisa digabungkan untuk kepentingan militer Indonesia.

"Nah kita mungkin yang developing secara kita mengejar kemampuan satelit. Bukan hanya untuk transportasi komunikasi bisnis, tapi juga untuk kepentingan militer," ujarnya.

Lebih lanjut, mengejar strategi daya tangkal asimetris cukup penting untuk menghadapi kemungkinan adanya perang terbuka.

"Jadi kita berusaha mengejar kemampuan daya tangkal itu sih sebenarnya untuk menghadapi irregular competition dan juga pada saat ada perang terbuka nantinya gitu ya. Tapi irregular competition ini nggak hanya militer yang menghadapi semuanya, Instrumen harus terlibat," kata dia.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Telkomsel-Republikorp...
Telkomsel-Republikorp Perkuat Teknologi Komunikasi Pertahanan Nasional
Kumpulkan Panglima hingga...
Kumpulkan Panglima hingga Purnawirawan Jenderal TNI, Sjafrie: Saya akan Sampaikan Satu Hal Esensial
BRCT Sebut Ada Upaya...
BRCT Sebut Ada Upaya Pelemahan TNI secara Sistematis dan Terstruktur
Ada Sekitar 5 Juta ASN,...
Ada Sekitar 5 Juta ASN, Kabacadnas: Potensi Kekuatan Pertahanan Terbesar Indonesia
Prabowo Panggil Dudung...
Prabowo Panggil Dudung ke Istana, Bahas Geopolitik Global dan Pertahanan Nasional
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved