Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
Rabu, 08 Oktober 2025 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Namun selain itu, negara ini perlu juga memperkuat kemampuan daya tangkal asimetris. Karena bangsa ini sulit jika harus bersaing pada kekuatan nuklir.
"Yang kedua harus membangun kemampuan pertahanan asimetris, daya tangkal asimetris tadi. Mungkin kita nggak bisa ngejar semua, apa namanya tadi, ada 13 ribu nuklear warhead gitu. Mungkin kita bukan kekuatan nuklir," ucapnya.
Baca juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ungkap Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional
"Atau ada 7 ribu satelit. Nah 7 ribu satelit itu mungkin kita nggak bisa langsung level yang spacefaring, karena spacefaring ada advance dan developing kan," sambungnya.
Dia melihat bangsa ini bisa mengejar lewat kemampuan pengembangan teknologi luar angkasa atau satelit. Pengembangan ini juga bisa digabungkan untuk kepentingan militer Indonesia.
"Yang kedua harus membangun kemampuan pertahanan asimetris, daya tangkal asimetris tadi. Mungkin kita nggak bisa ngejar semua, apa namanya tadi, ada 13 ribu nuklear warhead gitu. Mungkin kita bukan kekuatan nuklir," ucapnya.
Baca juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ungkap Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional
"Atau ada 7 ribu satelit. Nah 7 ribu satelit itu mungkin kita nggak bisa langsung level yang spacefaring, karena spacefaring ada advance dan developing kan," sambungnya.
Dia melihat bangsa ini bisa mengejar lewat kemampuan pengembangan teknologi luar angkasa atau satelit. Pengembangan ini juga bisa digabungkan untuk kepentingan militer Indonesia.
Lihat Juga :