Menghadapi Ancaman Non-militer dan Hibrida: Urgensi Strategi Nasional yang Komprehensif

Rabu, 08 Oktober 2025 - 13:24 WIB
loading...
A A A
Teknologi dan Infrastruktur: Masih lemahnya perlindungan siber dan infrastruktur kritis membuka peluang serangan digital dan sabotase.

Tanpa mitigasi yang serius terhadap kerentanan ini, upaya menjaga stabilitas nasional akan selalu dalam posisi defensif.

Dinamika Global: Strategi Abu-Abu dan Perang Tanpa Seragam

Dalam lanskap geopolitik saat ini, kekuatan besar dunia kerap menggunakan strategi grey-zone tactics—aksi yang berada di antara damai dan perang. Instrumen seperti serangan siber, perang asimetris, dan proksi lokal digunakan untuk mencapai tujuan strategis tanpa harus menyatakan perang.

Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara dan titik penting jalur maritim global, sangat potensial menjadi target dari konflik semacam ini. Baik itu dalam konteks persaingan antara kekuatan besar di Laut China Selatan, atau dalam bentuk infiltrasi ideologis dan serangan digital dari kelompok ekstremis transnasional.

Implikasinya jelas: keamanan nasional tidak lagi bisa dijaga hanya oleh militer. Ia harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.

Strategi Lintas Sektor yang Dibutuhkan

Menghadapi kompleksitas ini, Indonesia perlu mengembangkan strategi yang berbasis pada pendekatan whole-of-nation, yaitu:

1. Penguatan Ketahanan Nasional:

Politik: Edukasi demokrasi, perlindungan terhadap intervensi asing.

Ekonomi: Diversifikasi dan hilirisasi, ketahanan energi dan pangan.

Siber: Membangun kapasitas keamanan digital nasional berbasis AI dan teknologi dalam negeri.

2. Doktrin Pertahanan Hibrida:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Cegah Serangan Rusia...
Cegah Serangan Rusia Tanpa Bantuan AS, UE Butuh Waktu 4 Tahun Bangun Militer
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Berita Terkini
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved