Cak Imin Soroti Tambal Sulam Pembangunan Pesantren, Minta Pengurus Adaptif
Selasa, 07 Oktober 2025 - 15:12 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyoroti tambal sulam pembangunan pondok pesantren (ponpes).Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyoroti tambal sulam pembangunan pondok pesantren (ponpes). Cak Imin mendorong seluruh pondok pesantren agar bisa lebih adaptif dalam menanggulangi kerawanan bangunannya.
Menurut Cak Imin, penanggulangan penting untuk menjamin keselamatan santri. “Kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik," kata Cak Imin seusai menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Nasarudin Umar, di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Cak Imin menyatakan bahwa mayoritas pesantren telah berusia sangat tua dan kondisi bangunannya rawan. Ia menyebut Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo telah berdiri sejak masa pra-kemerdekaan.
Baca Juga: Cak Imin Sebut Ponpes Al Khoziny Berusia 125 Tahun
Menurut Cak Imin, tidak semua pesantren memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup untuk merehabilitasi bangunannya. “Sehingga pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya,” jelasnya.
Di sisi lain, pada umumnya pesantren menjadi lembaga pendidikan yang mengedepankan independensi dalam pengelolaan. Oleh karena itu, perlu koordinasi berkelanjutan dengan para pengelola pesantren agar mereka mau adaptif menanggulangi bangunannya yang rawan.
Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Cak Imin menyatakan akan melakukan langkah-langkah penyelamatan bangunan pesantren yang tua dan rawan.
“Atas perintah Pak Presiden, saya akan terus mengambil langkah-langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang sangat rawan untuk segera kita tangani,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Cak Imin memeriksa gedung pondok pesantren demi menjamin keselamatan santri. Selain dengan Menteri Agama, Menko PM juga akan mengoordinasikan langkah cepat bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memeriksa keamanan dan kelayakan gedung pondok pesantren.
Menurut Cak Imin, penanggulangan penting untuk menjamin keselamatan santri. “Kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik," kata Cak Imin seusai menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Nasarudin Umar, di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Cak Imin menyatakan bahwa mayoritas pesantren telah berusia sangat tua dan kondisi bangunannya rawan. Ia menyebut Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo telah berdiri sejak masa pra-kemerdekaan.
Baca Juga: Cak Imin Sebut Ponpes Al Khoziny Berusia 125 Tahun
Menurut Cak Imin, tidak semua pesantren memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup untuk merehabilitasi bangunannya. “Sehingga pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya,” jelasnya.
Di sisi lain, pada umumnya pesantren menjadi lembaga pendidikan yang mengedepankan independensi dalam pengelolaan. Oleh karena itu, perlu koordinasi berkelanjutan dengan para pengelola pesantren agar mereka mau adaptif menanggulangi bangunannya yang rawan.
Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Cak Imin menyatakan akan melakukan langkah-langkah penyelamatan bangunan pesantren yang tua dan rawan.
“Atas perintah Pak Presiden, saya akan terus mengambil langkah-langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang sangat rawan untuk segera kita tangani,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Cak Imin memeriksa gedung pondok pesantren demi menjamin keselamatan santri. Selain dengan Menteri Agama, Menko PM juga akan mengoordinasikan langkah cepat bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memeriksa keamanan dan kelayakan gedung pondok pesantren.
(zik)
Lihat Juga :