Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
Senin, 06 Oktober 2025 - 21:46 WIB
loading...
Perinma menggelar This is Indonesia di Vught, Belanda, Sabtu (4/10/2025). Acara ini menghadirkan konsep unik, memadukan eksibisi dengan interaktif workshop. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
VUGHT - Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (Perinma) menggelar acara dengan tema This is Indonesia di Vught, Belanda, Sabtu (4/10/2025). Acara diaspora Indonesia ini menghadirkan konsep unik, memadukan eksibisi dengan interaktif workshop.
Acara tersebut dihadiri ratusan pengunjung yang mayoritas merupakan orang asing warga Belanda yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Bahkan tidak sedikit warga asing dari Jerman juga ikut menghadiri kegiatan This is Indonesia. Kapasitas gedung yang hanya mampu menampung 500 peserta terlihat padat namun tetap nyaman.
Jika sebelumnya konsep acara kegiatan Indonesia umumnya berfokus pada tontonan pasif seperti pertunjukan tarian dan nyanyian semata, This is Indonesia menghadirkan pengalaman baru. Mereka mengajak peserta untuk benar-benar merasakan budaya Indonesia secara langsung. Baca juga: Gulai Tunjang Menyambut Musim Gugur di Heidiland
Perinma mengundang peserta untuk belajar membatik , memasak bersama, belajar tarian tradisional, memainkan angklung, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya. Pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut terlibat dan merasakan kekayaan budaya Indonesia.
Lebih dari itu, acara ini juga menampilkan ratusan produk UMKM Indonesia yang melibatkan para pengrajin dari Yogyakarta dan sekitarnya. Yang menarik dari Perinma adalah, sebagai perhimpunan nirlaba mampu menanggung seluruh biaya produksi maupun pengiriman produk ke Eropa.
Ini sebagai bukti nyata dalam mendukung UMKM di Indonesia untuk memasarkan produk di Eropa tanpa risiko kerugian. Banyak upaya promosi UMKM produk Indonesia di Eropa yang justru hanya berupa iming-iming masuk pasar Eropa, sementara pelaku UMKM yang menanggung risiko kerugian seperti barang tidak laku dan omset pameran tidak sesuai janji komersil yang mereka terima.
”Kami melalui Perinma hanya ingin memberi, bukan bisnis dan bukan tempat kami mencari sumber penghasilan, sehingga kami memastikan, pelaku UMKM tidak memiliki kerugian apapun,” kata Ketua Pelaksana Program This is Indonesia Tri Ambar Indriasti-Hafner.
Ketua Departmen Budaya dan Pariwisata Perinma ini menerangkan, kegiatan ini pengalaman mereka pertama kali menyelenggarakan kegiatan eksibisi interaktif sehingga tidak berani membuat yang terlalu besar. Juga mereka ingin meyakinkan semua peserta dapat merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan budaya Indonesia.
”Syukur Alhamdulilah, ternyata minat yang hadir melebihi ekspektasi kami. Untungnya kami siap dengan peralatan extra seperti canting dan kain untuk membatik,” tambahnya.
Sepanjang acara, para tamu yang didominasi orang asing ini tampak betah dan asyik menikmati rentetan kegiatan. Kegiatan membatik misalnya, diikuti segala usia, dari muda sampai tua. Mereka serius mengikuti instruksi dari pembatik dari awal menggambar sampai merebus kainnya.
Sementara dalam kegiatan memasak bersama, peserta tampak antusias dari awal mendengarkan penjelasan tentang bumbu dan rempah sampai akhir mencicipi hidangan hasil masak bersama. Kegiatan menari dan bermain angklung juga tidak kalah menarik. Semua partisipan tampak bersenang-senang mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh instruktur.
“Acara This is Indonesia terbuka untuk umum secara gratis, sehingga siapa pun dapat menikmati rangkaian kegiatan hingga kuliner khas Indonesia tanpa biaya masuk,” ujar Wakil Ketua Umum Perinma Sakaria Wielgosz.
Penanggung jawab kegiatan This is Indonesia ini menuturkan, dalam kegiatan ini mereka juga menjual tombola dengan hadiah utama tiket pesawat Amsterdam-Yogyakarta. Di mana hasil penjualan akan disalurkan sepenuhnya untuk penyediaan air bersih di Nusa Tenggara Timur.
”Kegiatan ini bekerja sama dengan sister organization kami, Satu Indonesia Belanda. Semua sponsor untuk puluhan hadiah tombola ini di danai secara mandiri oleh pengurus kegiatan ini,” tambahnya. Baca juga: Momen Prabowo Disambut Diaspora Indonesia di Rusia
Sakaria bangga kegiatan This is Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Bukan hanya tamu yang puas, tapi para peserta bazar yang menjual masakan, jajanan dan produk Nusantara juga ikut senang karena jualan mereka ludes terjual. ”Benar-benar bangga bahwa kita berhasil melakukan kegiatan tanpa unsur bisnis dan embel-embel keuntungan, murni hanya memberi,” tuturnya.
Kegiatan ini bentuk nyata kontribusi diaspora Indonesia di Eropa melalui Perinma. Sebuah kegiatan tanpa pamrih, bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Acara tersebut dihadiri ratusan pengunjung yang mayoritas merupakan orang asing warga Belanda yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Bahkan tidak sedikit warga asing dari Jerman juga ikut menghadiri kegiatan This is Indonesia. Kapasitas gedung yang hanya mampu menampung 500 peserta terlihat padat namun tetap nyaman.
Jika sebelumnya konsep acara kegiatan Indonesia umumnya berfokus pada tontonan pasif seperti pertunjukan tarian dan nyanyian semata, This is Indonesia menghadirkan pengalaman baru. Mereka mengajak peserta untuk benar-benar merasakan budaya Indonesia secara langsung. Baca juga: Gulai Tunjang Menyambut Musim Gugur di Heidiland
Perinma mengundang peserta untuk belajar membatik , memasak bersama, belajar tarian tradisional, memainkan angklung, hingga berbagai aktivitas interaktif lainnya. Pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut terlibat dan merasakan kekayaan budaya Indonesia.
Lebih dari itu, acara ini juga menampilkan ratusan produk UMKM Indonesia yang melibatkan para pengrajin dari Yogyakarta dan sekitarnya. Yang menarik dari Perinma adalah, sebagai perhimpunan nirlaba mampu menanggung seluruh biaya produksi maupun pengiriman produk ke Eropa.
Ini sebagai bukti nyata dalam mendukung UMKM di Indonesia untuk memasarkan produk di Eropa tanpa risiko kerugian. Banyak upaya promosi UMKM produk Indonesia di Eropa yang justru hanya berupa iming-iming masuk pasar Eropa, sementara pelaku UMKM yang menanggung risiko kerugian seperti barang tidak laku dan omset pameran tidak sesuai janji komersil yang mereka terima.
”Kami melalui Perinma hanya ingin memberi, bukan bisnis dan bukan tempat kami mencari sumber penghasilan, sehingga kami memastikan, pelaku UMKM tidak memiliki kerugian apapun,” kata Ketua Pelaksana Program This is Indonesia Tri Ambar Indriasti-Hafner.
Ketua Departmen Budaya dan Pariwisata Perinma ini menerangkan, kegiatan ini pengalaman mereka pertama kali menyelenggarakan kegiatan eksibisi interaktif sehingga tidak berani membuat yang terlalu besar. Juga mereka ingin meyakinkan semua peserta dapat merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan budaya Indonesia.
”Syukur Alhamdulilah, ternyata minat yang hadir melebihi ekspektasi kami. Untungnya kami siap dengan peralatan extra seperti canting dan kain untuk membatik,” tambahnya.
Sepanjang acara, para tamu yang didominasi orang asing ini tampak betah dan asyik menikmati rentetan kegiatan. Kegiatan membatik misalnya, diikuti segala usia, dari muda sampai tua. Mereka serius mengikuti instruksi dari pembatik dari awal menggambar sampai merebus kainnya.
Sementara dalam kegiatan memasak bersama, peserta tampak antusias dari awal mendengarkan penjelasan tentang bumbu dan rempah sampai akhir mencicipi hidangan hasil masak bersama. Kegiatan menari dan bermain angklung juga tidak kalah menarik. Semua partisipan tampak bersenang-senang mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh instruktur.
“Acara This is Indonesia terbuka untuk umum secara gratis, sehingga siapa pun dapat menikmati rangkaian kegiatan hingga kuliner khas Indonesia tanpa biaya masuk,” ujar Wakil Ketua Umum Perinma Sakaria Wielgosz.
Penanggung jawab kegiatan This is Indonesia ini menuturkan, dalam kegiatan ini mereka juga menjual tombola dengan hadiah utama tiket pesawat Amsterdam-Yogyakarta. Di mana hasil penjualan akan disalurkan sepenuhnya untuk penyediaan air bersih di Nusa Tenggara Timur.
”Kegiatan ini bekerja sama dengan sister organization kami, Satu Indonesia Belanda. Semua sponsor untuk puluhan hadiah tombola ini di danai secara mandiri oleh pengurus kegiatan ini,” tambahnya. Baca juga: Momen Prabowo Disambut Diaspora Indonesia di Rusia
Sakaria bangga kegiatan This is Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Bukan hanya tamu yang puas, tapi para peserta bazar yang menjual masakan, jajanan dan produk Nusantara juga ikut senang karena jualan mereka ludes terjual. ”Benar-benar bangga bahwa kita berhasil melakukan kegiatan tanpa unsur bisnis dan embel-embel keuntungan, murni hanya memberi,” tuturnya.
Kegiatan ini bentuk nyata kontribusi diaspora Indonesia di Eropa melalui Perinma. Sebuah kegiatan tanpa pamrih, bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
(poe)
Lihat Juga :