Program MBG Mampu Tekan Stunting, FSPI: Fokus Evaluasi, Bukan Politisasi
Senin, 06 Oktober 2025 - 09:02 WIB
loading...
Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah membawa dampak nyata bagi perbaikan gizi anak bangsa. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah membawa dampak nyata bagi perbaikan gizi anak bangsa. Karena itu, FSPI meminta publik tidak mempolitisasi insiden keracunan makanan di beberapa daerah melainkan fokus evaluasi dan perbaikan sistem tata kelola dapur.
Koordinator Presidium FSPI Zuhelmi mengatakan, MBG merupakan salah satu program paling progresif dalam sejarah kebijakan sosial Indonesia. “Kita harus objektif. Fakta menunjukkan angka stunting nasional terus turun. Jangan sampai semangat memperbaiki bangsa justru dikerdilkan oleh isu politik sesaat,” ujar Zuhelmi, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Cucu Mahfud MD Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf
Data Kementerian Kesehatan mencatat, angka stunting nasional berhasil ditekan hingga 11,2 persen per Agustus 2025, dari 21,6 persen pada 2022. "Capaian ini sebagian besar dipicu oleh peningkatan asupan gizi di sekolah-sekolah dasar melalui program MBG," katanya.
Dia mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo terhadap kasus keracunan. Langkah Presiden yang langsung memerintahkan evaluasi total terhadap dapur penyedia makan bergizi menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan solutif.
![Program MBG Mampu Tekan Stunting, FSPI: Fokus Evaluasi, Bukan Politisasi]()
Koordinator Presidium FSPI Zuhelmi. Foto: Ist
“Kita harus perbaiki tata kelola dapur agar semua aman dan higienis. Tapi, program ini jangan berhenti, karena manfaatnya besar bagi anak-anak kita,” ucapnya.
FSPI menilai program MBG bukan hanya memperkuat ketahanan gizi anak didik, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat kecil. Ribuan UMKM katering, petani, dan nelayan lokal kini ikut menjadi bagian dari rantai pasok MBG.
“Setiap kotak makan bergizi bukan hanya memberi tenaga untuk anak sekolah, tapi juga rezeki bagi banyak keluarga di desa. Karena itu, mari kawal dengan semangat kolaboratif, bukan kecurigaan politik,” ujar Zuhelmi.
Di tengah dinamika politik nasional, MBG menunjukkan bahwa kebijakan publik bisa tetap berpihak pada rakyat kecil sekaligus membangun masa depan bangsa. "Gizi anak hari ini adalah kekuatan Indonesia esok hari," ucapnya.
Koordinator Presidium FSPI Zuhelmi mengatakan, MBG merupakan salah satu program paling progresif dalam sejarah kebijakan sosial Indonesia. “Kita harus objektif. Fakta menunjukkan angka stunting nasional terus turun. Jangan sampai semangat memperbaiki bangsa justru dikerdilkan oleh isu politik sesaat,” ujar Zuhelmi, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Cucu Mahfud MD Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf
Data Kementerian Kesehatan mencatat, angka stunting nasional berhasil ditekan hingga 11,2 persen per Agustus 2025, dari 21,6 persen pada 2022. "Capaian ini sebagian besar dipicu oleh peningkatan asupan gizi di sekolah-sekolah dasar melalui program MBG," katanya.
Dia mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo terhadap kasus keracunan. Langkah Presiden yang langsung memerintahkan evaluasi total terhadap dapur penyedia makan bergizi menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan solutif.

Koordinator Presidium FSPI Zuhelmi. Foto: Ist
“Kita harus perbaiki tata kelola dapur agar semua aman dan higienis. Tapi, program ini jangan berhenti, karena manfaatnya besar bagi anak-anak kita,” ucapnya.
FSPI menilai program MBG bukan hanya memperkuat ketahanan gizi anak didik, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat kecil. Ribuan UMKM katering, petani, dan nelayan lokal kini ikut menjadi bagian dari rantai pasok MBG.
“Setiap kotak makan bergizi bukan hanya memberi tenaga untuk anak sekolah, tapi juga rezeki bagi banyak keluarga di desa. Karena itu, mari kawal dengan semangat kolaboratif, bukan kecurigaan politik,” ujar Zuhelmi.
Di tengah dinamika politik nasional, MBG menunjukkan bahwa kebijakan publik bisa tetap berpihak pada rakyat kecil sekaligus membangun masa depan bangsa. "Gizi anak hari ini adalah kekuatan Indonesia esok hari," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :