G30S/PKI Cukup Jadi Sejarah, Hasnuryadi: Tak Boleh Terjadi Lagi
Rabu, 01 Oktober 2025 - 17:11 WIB
loading...
Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengingatkan bahwa G30S/PKI cukup hanya menjadi bagian dari sejarah yang tak boleh terulang kembali. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bersama warga Nonton Bareng (Nobar) Film Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar MPW Pemuda Pancasila Kalsel, Jalan Kelayan A Depan Gang Cendrawasih, Banjarmasin, Selasa (30/9/2025) malam. Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan bahwa G30S/PKI cukup hanya menjadi bagian dari sejarah yang tak boleh terulang kembali.
Hasnur juga menjelaskan, nobar ini sekaligus dalam rangka mengenang jasa, pengorbanan, dan perjuangan para pahlawan revolusi. Dia berpendapat, peristiwa G30S/PKI sudah menjadi bagian dari sejarah hitam bangsa Indonesia yang sangat membekas. Terutama, karena banyaknya korban yang berjatuhan secara tragis.
"Kita harus sepakat, bahwa ini tak boleh terjadi lagi. Di bawah semangat Pancasila dan UUD 1945, bangsa Indonesia tak lagi mentolerir ideologi-ideologi ekstrem yang hanya akan merusak semangat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya pada acara yang digelar dari pukul 20.00 WIT itu.
Baca juga: Hasnuryadi Wajibkan Kader Golkar Kalsel Dekat dengan Rakyat
Maka itulah, dia mengajak seluruh warga, khususnya para pemuda Pancasila untuk bersama-sama mengawal perjalanan bangsa Indonesia ke depan dengan lebih hati-hati dan waspada. Hasnur berpendapat, agar tragedi yang menelan enam jenderal angkatan darat serta satu perwira lainnya itu tidak terjadi lagi, perlu menjaga kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang merusak persatuan dan kesatuan.
Sebagai bangsa yang ber-Tuhan, Hasnur mengaku yakin bahwa bangsa Indonesia ke depan tak akan lagi memberi ruang yang bisa menghidupkan ideologi ekstrem seperti PKI yang jelas-jelas tak beragama. "Orang beragama itu pasti tak akan mudah terhasut untuk makar, merebut kekuasaan, membunuh orang dan sejenisnya. Termasuk, tak mungkin merusak persatuan dan kesatuan," ungkap Ketua DPD Partai Golkar Kalsel itu.
Acara nobar tersebut dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Untuk memeriahkan acara, selain hiburan musik, panitia juga menggelar doorprize dengan aneka jenis hadiah menarik.
Hasnur juga menjelaskan, nobar ini sekaligus dalam rangka mengenang jasa, pengorbanan, dan perjuangan para pahlawan revolusi. Dia berpendapat, peristiwa G30S/PKI sudah menjadi bagian dari sejarah hitam bangsa Indonesia yang sangat membekas. Terutama, karena banyaknya korban yang berjatuhan secara tragis.
"Kita harus sepakat, bahwa ini tak boleh terjadi lagi. Di bawah semangat Pancasila dan UUD 1945, bangsa Indonesia tak lagi mentolerir ideologi-ideologi ekstrem yang hanya akan merusak semangat persatuan dan kesatuan bangsa," katanya pada acara yang digelar dari pukul 20.00 WIT itu.
Baca juga: Hasnuryadi Wajibkan Kader Golkar Kalsel Dekat dengan Rakyat
Maka itulah, dia mengajak seluruh warga, khususnya para pemuda Pancasila untuk bersama-sama mengawal perjalanan bangsa Indonesia ke depan dengan lebih hati-hati dan waspada. Hasnur berpendapat, agar tragedi yang menelan enam jenderal angkatan darat serta satu perwira lainnya itu tidak terjadi lagi, perlu menjaga kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang merusak persatuan dan kesatuan.
Sebagai bangsa yang ber-Tuhan, Hasnur mengaku yakin bahwa bangsa Indonesia ke depan tak akan lagi memberi ruang yang bisa menghidupkan ideologi ekstrem seperti PKI yang jelas-jelas tak beragama. "Orang beragama itu pasti tak akan mudah terhasut untuk makar, merebut kekuasaan, membunuh orang dan sejenisnya. Termasuk, tak mungkin merusak persatuan dan kesatuan," ungkap Ketua DPD Partai Golkar Kalsel itu.
Acara nobar tersebut dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Untuk memeriahkan acara, selain hiburan musik, panitia juga menggelar doorprize dengan aneka jenis hadiah menarik.
(rca)
Lihat Juga :