Bangunan Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, DPR: Investigasi Proses Pembangunan!
Rabu, 01 Oktober 2025 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
"Dan perlu diingat, keselamatan santri yang merupakan aset bangsa dan calon pemimpin umat harus ditempatkan sebagai prioritas utama," tambahnya.
Dia mendesak pemerintah segera melakukan langkah cepat, termasuk memberikan penanganan darurat terbaik bagi seluruh korban dan keluarganya. "Kemudian, lakukan investigasi menyeluruh terhadap proses pembangunan musala. Ini untuk memastikan tidak ada kelalaian atau penyimpangan teknis," kata Legislator Dapil Jawa Barat II ini.
Selain itu, dia meminta pemerintah menyusun sistem pengawasan yang lebih kuat bagi pembangunan fasilitas pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia, khususnya pesantren. Kemudian, pemerintah dan instansi terkait harus membantu pemulihan pascamusibah ini baik bantuan rehabilitasi bangunan hingga pendampingan psikososial bagi korban maupun pihak ponpes.
Tim gabungan terus mengevakuasi korban insiden reruntuhan di Pondok Pesantren Al Khoziny. Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga tertimbun material bangunan. Personel pencarian dan pertolongan gabungan sebanyak 332 orang dikerahkan dengan metode kerja bergantian untuk menjaga ketahanan tim.
Peralatan berat juga disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan. ”Upaya penyelamatan saat ini difokuskan secara manual dengan menggali lubang dan celah untuk mengevakuasi korban yang masih hidup," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (1/10/2025).
Dia mendesak pemerintah segera melakukan langkah cepat, termasuk memberikan penanganan darurat terbaik bagi seluruh korban dan keluarganya. "Kemudian, lakukan investigasi menyeluruh terhadap proses pembangunan musala. Ini untuk memastikan tidak ada kelalaian atau penyimpangan teknis," kata Legislator Dapil Jawa Barat II ini.
Selain itu, dia meminta pemerintah menyusun sistem pengawasan yang lebih kuat bagi pembangunan fasilitas pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia, khususnya pesantren. Kemudian, pemerintah dan instansi terkait harus membantu pemulihan pascamusibah ini baik bantuan rehabilitasi bangunan hingga pendampingan psikososial bagi korban maupun pihak ponpes.
Tim gabungan terus mengevakuasi korban insiden reruntuhan di Pondok Pesantren Al Khoziny. Berdasarkan data absensi santri, sebanyak 91 orang diduga tertimbun material bangunan. Personel pencarian dan pertolongan gabungan sebanyak 332 orang dikerahkan dengan metode kerja bergantian untuk menjaga ketahanan tim.
Peralatan berat juga disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan. ”Upaya penyelamatan saat ini difokuskan secara manual dengan menggali lubang dan celah untuk mengevakuasi korban yang masih hidup," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Rabu (1/10/2025).
(jon)
Lihat Juga :