Kemenag Gandeng Kemnaker Manfaatkan BLKK untuk Cetak Santri Siap Kerja
Selasa, 30 September 2025 - 11:19 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar berdiskusi dengan mantan Tenaga Ahli Kemnaker yang kini menjadi Pembina di National Industrial Watch Lukmanul Hakim di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (29/9/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dalam pemanfaatan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK). Tujuannya memberi bekal para santri agar lebih kompetitif di dunia industri.
Hal ini diungkapkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai berdiskusi dengan mantan Tenaga Ahli Kemnaker yang kini menjadi Pembina di National Industrial Watch Lukmanul Hakim di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (29/9/2025). Hadir dalam diskusi tersebut Habib Ahmad Assegaf.
Baca juga: Sandiaga: Kemenparekraf dan Gema Santri Nusa Siap Kolaborasi Pulihkan Ekonomi-Buka Lapangan Kerja
Dalam diskusi tersebut dibahas konsep percepatan serapan tenaga kerja bagi lulusan pesantren. Lukmanul Hakim menyampaikan gagasan mengenai optimalisasi BLKK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Gagasan ini didasari pengalaman dan pengamatan selama dirinya bertugas di Kemnaker, khususnya terkait rendahnya keterhubungan antara lulusan pesantren dan kebutuhan dunia industri.
“Saya sebelumnya tenaga ahli di Kementerian Ketenagakerjaan. Makanya saya coba memberikan konsep ke Pak Menteri Agama terkait serapan tenaga kerja. Karena banyak juga lulusan pesantren, lulusan aliyah yang memang tidak sinkron dengan industri,” ungkapnya, Selasa (30/9/2025).
Lukmanul menyebut saat ini terdapat 5.200 BLKK di berbagai daerah di Indonesia yang dapat dimaksimalkan sebagai sarana peningkatan kompetensi kerja bagi para santri. Gagasan tersebut diarahkan untuk menjadi dasar kerja sama antara Kementerian Agama dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
Hal ini diungkapkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai berdiskusi dengan mantan Tenaga Ahli Kemnaker yang kini menjadi Pembina di National Industrial Watch Lukmanul Hakim di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (29/9/2025). Hadir dalam diskusi tersebut Habib Ahmad Assegaf.
Baca juga: Sandiaga: Kemenparekraf dan Gema Santri Nusa Siap Kolaborasi Pulihkan Ekonomi-Buka Lapangan Kerja
Dalam diskusi tersebut dibahas konsep percepatan serapan tenaga kerja bagi lulusan pesantren. Lukmanul Hakim menyampaikan gagasan mengenai optimalisasi BLKK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Gagasan ini didasari pengalaman dan pengamatan selama dirinya bertugas di Kemnaker, khususnya terkait rendahnya keterhubungan antara lulusan pesantren dan kebutuhan dunia industri.
“Saya sebelumnya tenaga ahli di Kementerian Ketenagakerjaan. Makanya saya coba memberikan konsep ke Pak Menteri Agama terkait serapan tenaga kerja. Karena banyak juga lulusan pesantren, lulusan aliyah yang memang tidak sinkron dengan industri,” ungkapnya, Selasa (30/9/2025).
Lukmanul menyebut saat ini terdapat 5.200 BLKK di berbagai daerah di Indonesia yang dapat dimaksimalkan sebagai sarana peningkatan kompetensi kerja bagi para santri. Gagasan tersebut diarahkan untuk menjadi dasar kerja sama antara Kementerian Agama dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).
Lihat Juga :