Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Edukasi Lingkungan di Bali
Senin, 29 September 2025 - 16:27 WIB
loading...
Memperingati Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli mengajak generasi muda bersih-bersih sampah dan edukasi lingkungan di Tukad Badung, Pemogan, Denpasar, Bali. Foto/Ist
A
A
A
DENPASAR - Memperingati Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli mengajak generasi muda untuk menjaga ekosistem sungai melalui aksi bersih-bersih dan edukasi lingkungan. Menjaga sungai berarti menjaga masa depan, karena langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengurangi penggunaan plastik, hingga ikut serta dalam kegiatan bersih sungai dapat memberikan dampak besar bagi keseimbangan lingkungan.
Memaknai peringatan yang jatuh setiap minggu keempat di bulan September, BRI Peduli melalui program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” melaksanakan aksi bersih-bersih sungai dan edukasi lingkungan di Tukad Badung, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
Baca juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembersihan Tukad Badung yang berada di kawasan konservasi mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali, tetapi juga dilakukan edukasi kebersihan dan pemasangan penghalang sampah (Trash Barriers) untuk mencegah masuknya kembali sampah ke aliran sungai. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, memperingati Hari Sungai Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi titik balik membangun kesadaran kolektif terutama bagi generasi muda.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam”, katanya.
Tidak hanya itu, edukasi pilah sampah menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sungai. Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas. Sedangkan sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat pencacah sampah dan hasilnya dijual ke pengepul sampah.
Baca juga: Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun
Dhanny mengatakan, Program BRI Peduli “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” dilaksanakan sejak 2020 dan merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai daerah di Indonesia. Sungai-sungai tersebut secara rutin juga dibersihkan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.
Dalam pelaksanaanannya, BRI juga menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia yang merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk melindungi dan menjaga kebersihan sungai-sungai di Indonesia dari pencemaran, terutama sampah plastik.
Kolaborasi antara BRI dan Sungai Watch sejak awal 2025 mencatat beberapa pencapaian, di antaranya berhasil memasang 18 trash barrier di Tukad Badung Denpasar dan berhasil mengumpulkan 64.480 kg sampah anorganik. Kegiatan pengumpulan dan pembersihan yang dilakukan di sungai tersebut telah melibatkan 2.221 warga maupun relawan dan menghasilkan potensi reduksi karbon 193.27 Ton CO2e.
Sejak didirikan di 2020, Sungai Watch telah berupaya memasang 381 trash barrier di 11 wilayah di Indonesia. Dengan pendekatan berbasis komunitas, Sungai Watch bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta pemberdayaan berbasis padat karya.
”Melalui momentum Hari Sungai Sedunia, BRI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan melalui program-program nyata yang melibatkan generasi muda dan masyarakat. BRI percaya, sungai yang bersih dan terjaga akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Dhanny.
Memaknai peringatan yang jatuh setiap minggu keempat di bulan September, BRI Peduli melalui program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” melaksanakan aksi bersih-bersih sungai dan edukasi lingkungan di Tukad Badung, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
Baca juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembersihan Tukad Badung yang berada di kawasan konservasi mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali, tetapi juga dilakukan edukasi kebersihan dan pemasangan penghalang sampah (Trash Barriers) untuk mencegah masuknya kembali sampah ke aliran sungai. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, memperingati Hari Sungai Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi titik balik membangun kesadaran kolektif terutama bagi generasi muda.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam”, katanya.
Tidak hanya itu, edukasi pilah sampah menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sungai. Sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas. Sedangkan sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat pencacah sampah dan hasilnya dijual ke pengepul sampah.
Baca juga: Banjir Bali Dipicu 2.000 Hektare Lahan Beralih Fungsi Tiap Tahun
Dhanny mengatakan, Program BRI Peduli “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” dilaksanakan sejak 2020 dan merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai daerah di Indonesia. Sungai-sungai tersebut secara rutin juga dibersihkan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.
Dalam pelaksanaanannya, BRI juga menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia yang merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk melindungi dan menjaga kebersihan sungai-sungai di Indonesia dari pencemaran, terutama sampah plastik.
Kolaborasi antara BRI dan Sungai Watch sejak awal 2025 mencatat beberapa pencapaian, di antaranya berhasil memasang 18 trash barrier di Tukad Badung Denpasar dan berhasil mengumpulkan 64.480 kg sampah anorganik. Kegiatan pengumpulan dan pembersihan yang dilakukan di sungai tersebut telah melibatkan 2.221 warga maupun relawan dan menghasilkan potensi reduksi karbon 193.27 Ton CO2e.
Sejak didirikan di 2020, Sungai Watch telah berupaya memasang 381 trash barrier di 11 wilayah di Indonesia. Dengan pendekatan berbasis komunitas, Sungai Watch bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta pemberdayaan berbasis padat karya.
”Melalui momentum Hari Sungai Sedunia, BRI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan melalui program-program nyata yang melibatkan generasi muda dan masyarakat. BRI percaya, sungai yang bersih dan terjaga akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Dhanny.
(shf)
Lihat Juga :