PPP Terbelah, Husnan Bey Bersama Fusi 1973 Siap Jadi Poros Penengah

Senin, 29 September 2025 - 10:46 WIB
loading...
PPP Terbelah, Husnan...
Muktamar X PPP kisruh. Para pengurus Eksponen Fusi 1973 siap menjadi penengah untuk menyelamatkan partai berlambang Kakbah itu. Foto/Dok. SindoNews
A A A
SURABAYA - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) berakhir kisruh. Para kandidat yang maju yaitu Mardiono dan Agus Suparmanto telah mengklaim sebagai ketua umum terpilih PPP. Keadaan itu menjadi keprihatinan seluruh umat Islam Indonesia. Keprihatinan juga dinyatakan para pengurus Eksponen Fusi 1973 untuk menyelamatkan partai berlambang Kakbah itu.

Ketua Umum Parmusi Prof Husnan Bey Fananie mengatakan, kisruh yang terjadi dalam Muktamar PPP hanya dapat diselesaikan dengan mengembalikan semangat partai kepada akar sejarahnya yaitu fusi politik Islam tahun 1973 (Parmusi, NU, Perti dan SI). "Harus kembali kepada stakeholders, yaitu empat Fusi pendiri PPP," kata caketum PPP ini, Minggu (28/9/2025). Baca juga: Kericuhan Mewarnai Pembukaan Muktamar PPP, Jubir: Penyusup yang Sengaja Datang Bikin Gaduh

Senada dengan Husnan, Ketua Umum Perti Anwar Sanusi menyatakan, PPP lahir dari tekad besar menyatukan kekuatan politik umat Islam yang sebelumnya terpecah ke dalam empat partai yakni NU, Parmusi, PSII, dan Perti. Semangat penyatuan itu kini harus kembali menjadi pijakan, bukan justru terpecah karena ambisi individu atau kepentingan politik jangka pendek.

“PPP ini bukan milik satu orang, bukan pula milik segelintir elite. PPP lahir dari fusi tahun 1973 sebagai rumah besar umat," ungkap mantan anggota DPR teesebut.

"Jika ada kisruh, maka jalan keluarnya adalah kembali ke eksponen fusi tersebut," ujar Imam Cokroaminoto dari pengurus Sarekat Islam. "Itu berarti kita harus meneguhkan persatuan, integritas, dan khittah perjuangan partai,” tambah Imam yang juga cucu dari HOS Cokroaminoto ini.

Anak pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Irene Rusli Halil menuturkan, Muktamar X PPP ini dinilai telah menzalimi para muktamirin. Mereka yang awalnya datang dengan tujuan baik menjadi buruk. "Kasihan para muktamirin ini telah dizalimi," tutur perempuan yang akrab disapa Mbak Iren.

Untuk itu Eksponen Fusi 1973 sepakat untuk menjadi jembatan untuk kedua belah pihak agar menemukan jalan tengah yang maslahat untuk semua pihak. "Kami, empat Fusi 73 tentu siap menjadi jembatan," ungkap Husnan Bey yang juga mantan wasekjen PPP ini. Baca juga: Profil dan Sejarah PPP, Lahir dari Gabungan Partai Islam

Cendikiawan Muslim Prof TB Masa Djafar menilai, penyelesaian konflik di tubuh PPP tidak bisa dilakukan dengan mengedepankan transaksi politik atau kompromi kekuasaan pragmatis. Sebaliknya, kader harus kembali ke akar sejarah partai agar PPP tetap relevan sebagai parpol Islam yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan umat.

“Kalau PPP ingin bangkit, maka kita semua harus mengingat pesan Fusi 1973: umat Islam harus bersatu, tidak boleh terpecah. Jangan sampai PPP hari ini kehilangan ruh itu hanya karena kursi ketua umum,” ungkapnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Rekomendasi
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Berita Terkini
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved