Partai Perindo Terbuka Transformasi karena Manajemen Kepemimpinan dan Para Elite
Kamis, 25 September 2025 - 20:35 WIB
loading...
Bendahara Umum DPP Partai Perindo Michael Victor Sianipar dalam Dialog Persatuan Muda Talks bertajuk Muda Kritis dan Bersatu: Merawat Demokrasi di Era Digital. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Bendahara Umum DPP Partai Perindo Michael Victor Sianipar menilai kultur di partainya berbeda dengan partai lain. Ia menilai, hal itu dilandasi lantaran manajemen kepemimpinan dan para elite di Perindo berbeda.
Hal itu disampaikan Michael dalam Dialog Persatuan Muda Talks bertajuk "Muda Kritis dan Bersatu: Merawat Demokrasi di Era Digital," di iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
"Salah satu pembeda Partai Perindo dengan partai lain adalah elite-elitenya. Menurut saya seringkali partai itu gagal tidak bisa menjadi kendaraan yang jadi harapan publik karena partai itu tidak bisa bertransformasi. Kenapa? Karena elite-elitenya sendiri," tutur Michael.
Baca juga: Gelar Persatuan Pemuda Summit, Partai Perindo: Ini Menjadi Laboratorium Ide
Michael menilai, para elite di partai lain kerap menolak bertransformasi. Namun, hal itu berbeda dengan Partai Perindo. Ia berkata, transformasi di Perindo datang dari hasil perjuangan para kader dan pemimpin partai.
"Tetapi kalau di Perindo saya lihat adalah justru transformasi yang disampaikan itu dengan perjuangan kita, itu datang dari kepemimpinan di Perindo," ucapnya.
"Ini mungkin orang akan bilang lumrah, oh iya dong kan Perindo masih partai baru. Ya itulah potensinya. Kalau di banyak partai lain elitenya itu sudah kental, sudah terlalu kokoh, jadi sudah nggak fleksibel lagi," tambah Michael.
Dengan demikian, ia memperkirakan, para kader baru di partai lain akan berlomba untuk menjadi elite saja. "Akhirnya juga bukannya kita orang baru, punya ide, masuk partai, bukannya mentransformasi partai malah kita jadi diubah menjadi potongan yang sama," ucapnya.
Michael pun mengungkapkan, para pimpinan DPP Partai Perindo relatif figur yang baru berkecimpung di dunia politik. Ia mengungkapkan, jabatan pimpinan partai diberikan bukan karena faktor kedekatan dengan ketua umum, tetapi dilihat dari kinerja.
"Kita orang-orang yang saya rasa bukan karena kita mungkin gimana bisa secara pribadi mendekati Mbak Angela atau gimana, tetapi memang kita kerja, kita tipe orang yang ya kita punya ide, kita punya semangat dan kita terima kasih diberikan amanah dan kesempatan," katanya
"Jadi saya rasa kunci yang akan membuat Perindo berbeda dengan partai yang lain ialah bagaimana kita memanage kepemimpinan sendiri, dari elite-elitenya sendiri," pungkas Michael.
Hal itu disampaikan Michael dalam Dialog Persatuan Muda Talks bertajuk "Muda Kritis dan Bersatu: Merawat Demokrasi di Era Digital," di iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
"Salah satu pembeda Partai Perindo dengan partai lain adalah elite-elitenya. Menurut saya seringkali partai itu gagal tidak bisa menjadi kendaraan yang jadi harapan publik karena partai itu tidak bisa bertransformasi. Kenapa? Karena elite-elitenya sendiri," tutur Michael.
Baca juga: Gelar Persatuan Pemuda Summit, Partai Perindo: Ini Menjadi Laboratorium Ide
Michael menilai, para elite di partai lain kerap menolak bertransformasi. Namun, hal itu berbeda dengan Partai Perindo. Ia berkata, transformasi di Perindo datang dari hasil perjuangan para kader dan pemimpin partai.
"Tetapi kalau di Perindo saya lihat adalah justru transformasi yang disampaikan itu dengan perjuangan kita, itu datang dari kepemimpinan di Perindo," ucapnya.
"Ini mungkin orang akan bilang lumrah, oh iya dong kan Perindo masih partai baru. Ya itulah potensinya. Kalau di banyak partai lain elitenya itu sudah kental, sudah terlalu kokoh, jadi sudah nggak fleksibel lagi," tambah Michael.
Dengan demikian, ia memperkirakan, para kader baru di partai lain akan berlomba untuk menjadi elite saja. "Akhirnya juga bukannya kita orang baru, punya ide, masuk partai, bukannya mentransformasi partai malah kita jadi diubah menjadi potongan yang sama," ucapnya.
Michael pun mengungkapkan, para pimpinan DPP Partai Perindo relatif figur yang baru berkecimpung di dunia politik. Ia mengungkapkan, jabatan pimpinan partai diberikan bukan karena faktor kedekatan dengan ketua umum, tetapi dilihat dari kinerja.
"Kita orang-orang yang saya rasa bukan karena kita mungkin gimana bisa secara pribadi mendekati Mbak Angela atau gimana, tetapi memang kita kerja, kita tipe orang yang ya kita punya ide, kita punya semangat dan kita terima kasih diberikan amanah dan kesempatan," katanya
"Jadi saya rasa kunci yang akan membuat Perindo berbeda dengan partai yang lain ialah bagaimana kita memanage kepemimpinan sendiri, dari elite-elitenya sendiri," pungkas Michael.
(rca)
Lihat Juga :