Perindo Gabung Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, Ferry Kurnia: Jangan Sampai 17 Juta Suara Terbuang
Kamis, 25 September 2025 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Jaringan dan Diplomasi Politik DPP Partai Perindo, Andi Yuslim Patawari (AYP) mengatakan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat diharapkan mampu mengkoreksi penyelenggaraan pesta demokrasi ke depan.
"Ini pertemuan kedua partai non parlemen yang pertama diinisiasi oleh Perindo, Alhamdulillah hari ini Hanura menjadi tuan rumah. Jadi dari 12 partai yang hadir 9 partai sepakat untuk membuat Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, gerakan ini akan melakukan gerakan perjuangan secara yuridis dan tentu akan melakukan pergerakan lainnya yang kita harapkan gerakan melakukan koreksi terhadap penyelenggaraan pemilu ke depan," ujar AYP.
Lebih lanjut, AYP menilai 17 juta suara rakyat tak bermanfaat dan makna vox populi, vox dei tidak bermakna sehingga perlu ada koreksi ke depan.
"Tentu target kita karena kita berkaca ke belakang ada 17 juta suara itu tidak bermanfaat jadinya sementara ada istilah vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan ini menjadi tidak bermakna. Ini lah yang coba kami koreksi dengan berkumpul malam ini yang dilakukan oleh Ketum Hanura Oesman Sapta sepakat membuat gerakan tersebut," jelasnya.
"Ini pertemuan kedua partai non parlemen yang pertama diinisiasi oleh Perindo, Alhamdulillah hari ini Hanura menjadi tuan rumah. Jadi dari 12 partai yang hadir 9 partai sepakat untuk membuat Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat, gerakan ini akan melakukan gerakan perjuangan secara yuridis dan tentu akan melakukan pergerakan lainnya yang kita harapkan gerakan melakukan koreksi terhadap penyelenggaraan pemilu ke depan," ujar AYP.
Lebih lanjut, AYP menilai 17 juta suara rakyat tak bermanfaat dan makna vox populi, vox dei tidak bermakna sehingga perlu ada koreksi ke depan.
"Tentu target kita karena kita berkaca ke belakang ada 17 juta suara itu tidak bermanfaat jadinya sementara ada istilah vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan ini menjadi tidak bermakna. Ini lah yang coba kami koreksi dengan berkumpul malam ini yang dilakukan oleh Ketum Hanura Oesman Sapta sepakat membuat gerakan tersebut," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :