I-Hajj Syariah Fund Berangkatkan Kader Penanggulangan TBC ke Tanah Suci
Rabu, 24 September 2025 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif Stop TB Partnership Indonesia (STPI) dr Henry Diatmo mengatakan, jumlah kasus TBC di Indonesia memang jauh lebih besar dibandingkan kuantitas kader kesehatan di lapangan padahal peran mereka sangat strategis.
“Jumlah kasus TBC di Indonesia memang jauh lebih besar dibandingkan kuantitas kader kesehatan di lapangan. Namun, peran mereka sangat strategis seperti menjangkau komunitas, melakukan edukasi, mendampingi pasien, hingga memastikan akses pengobatan. Karena itu, keberadaan mereka harus terus diperkuat baik melalui peningkatan kapasitas, dukungan lintas sektor, maupun apresiasi yang layak atas kerja keras mereka,” ungkapnya.
Henry turut menyampaikan terima kasih kepada para investor Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund. Dukungan ini menunjukkan bahwa sektor swasta juga memiliki peran penting dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia.
Salah satu jemaah yang berangkat, Anil Dawan, adalah penyintas TBC Resisten Obat (RO) yang kini aktif menjadi pendamping pasien atau Patient Suporter (PS). Setelah menjalani pengobatan selama 20 bulan hingga dinyatakan sembuh, Anil memilih mendedikasikan waktunya untuk mengedukasi pasien dan memastikan mereka tidak putus pengobatan. Sehari-harinya Anil merupakan kader di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya (MSS) Sumatera Selatan.
“Saya sangat tertarik bergabung untuk mengedukasi pasien, karena saya sangat merasakan bagaimana rasanya menjadi pasien TBC RO, maka itu penting saya dalam tugas pendampingan, mulai dari mengontrol minum obat pasien, mengingatkan kontrol dokter pasien, memberikan obat untuk pasien yang tidak bisa datang ke puskesmas, serta selalu memberikan support pasien agar tidak putus pengobatan,” ujar Anil.
“Jumlah kasus TBC di Indonesia memang jauh lebih besar dibandingkan kuantitas kader kesehatan di lapangan. Namun, peran mereka sangat strategis seperti menjangkau komunitas, melakukan edukasi, mendampingi pasien, hingga memastikan akses pengobatan. Karena itu, keberadaan mereka harus terus diperkuat baik melalui peningkatan kapasitas, dukungan lintas sektor, maupun apresiasi yang layak atas kerja keras mereka,” ungkapnya.
Henry turut menyampaikan terima kasih kepada para investor Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund. Dukungan ini menunjukkan bahwa sektor swasta juga memiliki peran penting dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia.
Salah satu jemaah yang berangkat, Anil Dawan, adalah penyintas TBC Resisten Obat (RO) yang kini aktif menjadi pendamping pasien atau Patient Suporter (PS). Setelah menjalani pengobatan selama 20 bulan hingga dinyatakan sembuh, Anil memilih mendedikasikan waktunya untuk mengedukasi pasien dan memastikan mereka tidak putus pengobatan. Sehari-harinya Anil merupakan kader di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya (MSS) Sumatera Selatan.
“Saya sangat tertarik bergabung untuk mengedukasi pasien, karena saya sangat merasakan bagaimana rasanya menjadi pasien TBC RO, maka itu penting saya dalam tugas pendampingan, mulai dari mengontrol minum obat pasien, mengingatkan kontrol dokter pasien, memberikan obat untuk pasien yang tidak bisa datang ke puskesmas, serta selalu memberikan support pasien agar tidak putus pengobatan,” ujar Anil.
Lihat Juga :