Menko AHY Paparkan 5 Strategi Utama Agar Indonesia Tangguh dan Siap Hadapi Masa Depan
Sabtu, 20 September 2025 - 19:16 WIB
loading...
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan, Indonesia harus menjadi bangsa tangguh dan siap menghadapi masa depan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bahwa Indonesia sedang menghadapi pusaran perubahan yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, dalam bentuk rivalitas geopolitik, krisis iklim, hingga disrupsi teknologi. Untuk itu, Indonesia harus menjadi bangsa yang tangguh dan siap menghadapi masa depan, dengan membangun ketahanan (resilience) dan daya saing (competitiveness).
AHY sekaligus memaparkan lima strategi utama untuk mencapainya, yaitu: peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan adaptif, transformasi digital dan inovasi, pembangunan infrastruktur hijau yang tangguh menghadapi krisis, ekonomi inklusif yang membuka lapangan kerja luas, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan dalam forum Endgame Town Hall di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Gedung Grahadi Surabaya Dibakar, AHY: Harus Diinvestigasi dan Penegakan Hukum Tegas
“Kalau di antara kita ada yang sering atau kadang merasa bingung, khawatir, what is going on, what is happening di dunia saat ini, kita tidak sendirian. Tetapi saya optimistis Indonesia mampu mengubah tantangan menjadi peluang,” ujar AHY.
Dalam pemaparan ini, dia dipandu mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus memposisikan diri sebagai pemain yang relevan di panggung dunia,” kata Menko Infrastruktur lebih lanjut.
Baca juga: Alasan Penempatan Rudal KHAN di Kalimantan Timur, Kadispenad: Bisa Mengcover 5 Pulau Besar
Dia mengakui bonus demografi, posisi strategis di Indo-Pasifik, dan kekayaan sumber daya alam merupakan modal besar yang dimiliki bangsa ini. Namun, kualitas SDM, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta kepemimpinan yang berani mengambil langkah transformatif, akan menjadi penentu arah Indonesia.
Menko AHY menambahkan bahwa visi pembangunan tidak boleh berhenti pada horizon lima atau 10 tahun, tetapi harus berorientasi jauh ke depan agar bangsa mampu bertahan sekaligus meraih peluang baru.
“Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Indonesia harus menjadi bangsa yang siap menghadapi segala guncangan, sekaligus mampu menciptakan peluang untuk generasi mendatang,” tuturnya.
AHY sekaligus memaparkan lima strategi utama untuk mencapainya, yaitu: peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan adaptif, transformasi digital dan inovasi, pembangunan infrastruktur hijau yang tangguh menghadapi krisis, ekonomi inklusif yang membuka lapangan kerja luas, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan dalam forum Endgame Town Hall di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Gedung Grahadi Surabaya Dibakar, AHY: Harus Diinvestigasi dan Penegakan Hukum Tegas
“Kalau di antara kita ada yang sering atau kadang merasa bingung, khawatir, what is going on, what is happening di dunia saat ini, kita tidak sendirian. Tetapi saya optimistis Indonesia mampu mengubah tantangan menjadi peluang,” ujar AHY.
Dalam pemaparan ini, dia dipandu mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus memposisikan diri sebagai pemain yang relevan di panggung dunia,” kata Menko Infrastruktur lebih lanjut.
Baca juga: Alasan Penempatan Rudal KHAN di Kalimantan Timur, Kadispenad: Bisa Mengcover 5 Pulau Besar
Dia mengakui bonus demografi, posisi strategis di Indo-Pasifik, dan kekayaan sumber daya alam merupakan modal besar yang dimiliki bangsa ini. Namun, kualitas SDM, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta kepemimpinan yang berani mengambil langkah transformatif, akan menjadi penentu arah Indonesia.
Menko AHY menambahkan bahwa visi pembangunan tidak boleh berhenti pada horizon lima atau 10 tahun, tetapi harus berorientasi jauh ke depan agar bangsa mampu bertahan sekaligus meraih peluang baru.
“Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini. Indonesia harus menjadi bangsa yang siap menghadapi segala guncangan, sekaligus mampu menciptakan peluang untuk generasi mendatang,” tuturnya.
(shf)
Lihat Juga :