Polemik Rangkap Jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Tak Perlu Dipersoalkan
Kamis, 18 September 2025 - 22:28 WIB
loading...
Polemik rangkap jabatan yang diemban Angga Raka Prabowo dinilai tidak perlu dipermasalahkan lebih jauh. Angga menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, kemudian Wamenkomdigi dan Komut Telkom. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Polemik rangkap jabatan yang diemban Angga Raka Prabowo dinilai tidak perlu dipermasalahkan lebih jauh. Angga menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah , kemudian Wamenkomdigi dan Komut Telkom.
Dosen Komunikasi Universitas Dian Nusantara Dr Algooth Putranto menuturkan selama posisi tersebut masih berada dalam satu rumpun pekerjaan yang sama, hal ini justru menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas komunikasi publik.
Baca juga: Seskab Teddy Kawal Komunikasi Pemerintahan Prabowo yang Tak Dikuasai Gibran
“Justru ini bisa dilihat sebagai bukti bahwa Presiden benar-benar serius untuk meningkatkan komunikasi pemerintah saat ini,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Menurut dia, penunjukan ini dapat mengkonsolidasikan strategi komunikasi pemerintah agar lebih terarah dan efektif. Sinergi antara berbagai posisi yang diemban dapat menghasilkan pesan yang lebih konsisten dan mudah dipahami masyarakat.
“Dalam konteks komunikasi pemerintahan modern, efisiensi, dan koordinasi adalah kunci utama. Dengan menggabungkan beberapa fungsi komunikasi di bawah satu kepemimpinan yang kompeten, pemerintah sebenarnya sedang menerapkan best practice manajemen komunikasi yang telah terbukti efektif di berbagai negara maju,” ungkap Algooth.
Menanggapi itu, Kepala Badan KomunikasiPemerintah Angga Raka Prabowo menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Dia tidak akan menerima gaji maupun tunjangan dari posisi barunya tersebut sebagai bentuk dedikasi dan tanggung jawab.
“Saya akan menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh. Saya juga telah memutuskan untuk tidak menerima gaji serta tunjangan di tempat saya yang baru sebagai bentuk komitmen penuh saya,” ujarnya.
Dosen Komunikasi Universitas Dian Nusantara Dr Algooth Putranto menuturkan selama posisi tersebut masih berada dalam satu rumpun pekerjaan yang sama, hal ini justru menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas komunikasi publik.
Baca juga: Seskab Teddy Kawal Komunikasi Pemerintahan Prabowo yang Tak Dikuasai Gibran
“Justru ini bisa dilihat sebagai bukti bahwa Presiden benar-benar serius untuk meningkatkan komunikasi pemerintah saat ini,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Menurut dia, penunjukan ini dapat mengkonsolidasikan strategi komunikasi pemerintah agar lebih terarah dan efektif. Sinergi antara berbagai posisi yang diemban dapat menghasilkan pesan yang lebih konsisten dan mudah dipahami masyarakat.
“Dalam konteks komunikasi pemerintahan modern, efisiensi, dan koordinasi adalah kunci utama. Dengan menggabungkan beberapa fungsi komunikasi di bawah satu kepemimpinan yang kompeten, pemerintah sebenarnya sedang menerapkan best practice manajemen komunikasi yang telah terbukti efektif di berbagai negara maju,” ungkap Algooth.
Menanggapi itu, Kepala Badan KomunikasiPemerintah Angga Raka Prabowo menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Dia tidak akan menerima gaji maupun tunjangan dari posisi barunya tersebut sebagai bentuk dedikasi dan tanggung jawab.
“Saya akan menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh. Saya juga telah memutuskan untuk tidak menerima gaji serta tunjangan di tempat saya yang baru sebagai bentuk komitmen penuh saya,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :