Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang, KPK: Masih Dihitung
Selasa, 16 September 2025 - 16:51 WIB
loading...
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menghitung jumlah uang yang dikembalikan pemilik Uhud Tour, Ustaz Khalid Basalamah. Sebab, pengembalian dilakukan secara bertahap. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menghitung jumlah uang yang dikembalikan pemilik Uhud Tour, Ustaz Khalid Basalamah . Sebab, pengembalian dilakukan secara bertahap.
"Pertama uangnya berapa? Jadi memang masih dihitung karena pengembaliannya juga dilakukan secara bertahap," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK , Selasa (16/9/2025).
Terkait sumber uang tersebut, Budi belum menjelaskan secara mendetail. Menurutnya, hal itu akan disampaikan secara gamblang saat pengumuman tersangka.
"Karena tentu dalam pengumuman tersebut KPK akan menjelaskan secara rinci begitu ya, konstruksi perkaranya, kronologinya seperti apa itu nanti kami akan jelaskan," ujarnya.
Baca Juga: Usai Diperiksa KPK, Khalid Basalamah: Saya Datang Bukan sebagai Tersangka!
Namun, kata Budi, dalam pemeriksaan Ustaz Khalid Basalamah sebagai saksi didalami terkait dengan kepemilikan biro travel haji tersebut yang kemudian memberangkatkan sejumlah jemaah haji yang diduga menggunakan kuota haji khusus.
"Pertama uangnya berapa? Jadi memang masih dihitung karena pengembaliannya juga dilakukan secara bertahap," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK , Selasa (16/9/2025).
Terkait sumber uang tersebut, Budi belum menjelaskan secara mendetail. Menurutnya, hal itu akan disampaikan secara gamblang saat pengumuman tersangka.
"Karena tentu dalam pengumuman tersebut KPK akan menjelaskan secara rinci begitu ya, konstruksi perkaranya, kronologinya seperti apa itu nanti kami akan jelaskan," ujarnya.
Baca Juga: Usai Diperiksa KPK, Khalid Basalamah: Saya Datang Bukan sebagai Tersangka!
Namun, kata Budi, dalam pemeriksaan Ustaz Khalid Basalamah sebagai saksi didalami terkait dengan kepemilikan biro travel haji tersebut yang kemudian memberangkatkan sejumlah jemaah haji yang diduga menggunakan kuota haji khusus.
Lihat Juga :