Prajurit TNI Belum Ditarik ke Barak, Menhan Sjafrie: Menjaga Simbol Kedaulatan Negara di DPR
Selasa, 16 September 2025 - 13:25 WIB
loading...
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan terkait keberadaan ratusan prajurit TNI yang masih berjaga di DPR RI hingga hari ini. Diketahui, prajurit TNI ikut disiagakan di DPR sejak gelombang aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
Sjafrie menyatakan bahwa belum ditariknya prajurit TNI kembali ke barak militer, sudah atas persetujuan dirinya sebagai Menhan. Terlebih, dia menilai bahwa DPR telah menjadi simbol kedaulatan negara.
"Jadi TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR. Jadi saya sudah menyetujui, dan panglima akan menindaklanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI," kata Sjafrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Komisi I DPR Setujui Anggaran Kemhan-TNI Tahun 2026 Sebesar Rp187,1 Triliun
Sjafrie tak menjelaskan sampai kapan prajurit TNI akan terus bersiaga di DPR RI. Ia hanya menyebut, penjagaan oleh satuan militer masih terus dilakukan hingga situasi dinilai lebih kondusif.
"Sampai dengan, tadi katanya kondusif, (sampai) lebih kondusif lagi," ujar mantan Pangdam Jaya itu.
Tak hanya DPR, kata dia, prajurit TNI juga akan menjaga instalasi pemerintah yang perlu mendapat perhatian dan menjadi simbol kedaulatan negara. "Supaya rakyat bisa aman dan nyaman bekerja," pungkas Sjafrie.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono tak menyoal terkait masih dilakukannya penjagaan oleh prajurit TNI di sejumlah titik di Jakarta seusai kericuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Diketahui, saat ini situasi di Jakarta berangsur kondusif.
Baca Juga: Akselerasi Transformasi Polri, Tuntaskan Agenda Reformasi TNI
Dave memastikan, Komisi I DPR RI terus mengikuti perkembangan situasi di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya dengan penuh perhatian. "Kondisi yang mulai kondusif tentu patut kita syukuri bersama, dan hal ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen bangsa, termasuk peran strategis TNI dalam menjaga stabilitas nasional," kata Dave kepada wartawan, Minggu (7/9/2025).
Sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, kata dia, TNI memiliki mandat konstitusional untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya dalam situasi yang berpotensi mengganggu ketenangan publik.
Kehadiran mereka di titik-titik tertentu bukan semata-mata simbol kekuatan, tetapi wujud nyata dari komitmen negara dalam melindungi rakyat dan menjamin kelangsungan kehidupan sosial yang aman dan tertib.
Dalam konteks itu, dia menegaskan bahwa fungsi TNI bukan hanya sebagai garda terdepan dalam pertahanan, tetapi juga sebagai penjaga ketertiban yang bersinergi dengan aparat lainnya.
"TNI bekerja dengan prinsip profesionalisme, proporsionalitas, dan selalu mengedepankan kepentingan nasional. Mereka hadir bukan untuk menakutkan, melainkan untuk memberikan rasa aman," ujarnya.
Sjafrie menyatakan bahwa belum ditariknya prajurit TNI kembali ke barak militer, sudah atas persetujuan dirinya sebagai Menhan. Terlebih, dia menilai bahwa DPR telah menjadi simbol kedaulatan negara.
"Jadi TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR. Jadi saya sudah menyetujui, dan panglima akan menindaklanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI," kata Sjafrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Komisi I DPR Setujui Anggaran Kemhan-TNI Tahun 2026 Sebesar Rp187,1 Triliun
Sjafrie tak menjelaskan sampai kapan prajurit TNI akan terus bersiaga di DPR RI. Ia hanya menyebut, penjagaan oleh satuan militer masih terus dilakukan hingga situasi dinilai lebih kondusif.
"Sampai dengan, tadi katanya kondusif, (sampai) lebih kondusif lagi," ujar mantan Pangdam Jaya itu.
Tak hanya DPR, kata dia, prajurit TNI juga akan menjaga instalasi pemerintah yang perlu mendapat perhatian dan menjadi simbol kedaulatan negara. "Supaya rakyat bisa aman dan nyaman bekerja," pungkas Sjafrie.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono tak menyoal terkait masih dilakukannya penjagaan oleh prajurit TNI di sejumlah titik di Jakarta seusai kericuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Diketahui, saat ini situasi di Jakarta berangsur kondusif.
Baca Juga: Akselerasi Transformasi Polri, Tuntaskan Agenda Reformasi TNI
Dave memastikan, Komisi I DPR RI terus mengikuti perkembangan situasi di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya dengan penuh perhatian. "Kondisi yang mulai kondusif tentu patut kita syukuri bersama, dan hal ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen bangsa, termasuk peran strategis TNI dalam menjaga stabilitas nasional," kata Dave kepada wartawan, Minggu (7/9/2025).
Sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, kata dia, TNI memiliki mandat konstitusional untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya dalam situasi yang berpotensi mengganggu ketenangan publik.
Kehadiran mereka di titik-titik tertentu bukan semata-mata simbol kekuatan, tetapi wujud nyata dari komitmen negara dalam melindungi rakyat dan menjamin kelangsungan kehidupan sosial yang aman dan tertib.
Dalam konteks itu, dia menegaskan bahwa fungsi TNI bukan hanya sebagai garda terdepan dalam pertahanan, tetapi juga sebagai penjaga ketertiban yang bersinergi dengan aparat lainnya.
"TNI bekerja dengan prinsip profesionalisme, proporsionalitas, dan selalu mengedepankan kepentingan nasional. Mereka hadir bukan untuk menakutkan, melainkan untuk memberikan rasa aman," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :