Golkar melalui BSNPG Ingin Memastikan Politik Tidak Kehilangan Martabatnya

Senin, 15 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
Golkar melalui BSNPG...
Kepala BSNPG Syahmud Basrie Ngabalin bersama Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Gagasan Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) terkait perubahan besar dalam sistem pemilu disambut positif oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham . Gagasan yang diungkapkan oleh Kepala BSNPG Syahmud Basrie Ngabalin dinilai sebagai bentuk ijtihad politik yang bertujuan memperkuat serta menata sistem politik Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi ijtihad politik yang dilakukan Kepala BSNPG atau yang sering disebut dengan inisial SBN, ini sebuah upaya serius agar demokrasi kita semakin berkualitas,” kata Idrus yang juga sebagai Ketua Tim Kajian Politik DPP Partai Golkar ini, Minggu (14/9/2025).

Idrus menilai usulan dan gagasan BSNPG tersebut bakal dikaji lebih dalam. Selanjutnya, gagasan tersebut dilaporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Perkuat Partai Golkar, BSNPG Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2024-2029



Idrus mengatakan bahwa Golkar sebagai partai besar memiliki tanggung jawab untuk mengawal arah demokrasi Indonesia agar tetap berpihak kepada rakyat. Dia menuturkan, demokrasi adalah anugerah sejarah yang harus dijaga.

“Golkar melalui BSNPG ingin memastikan agar politik tidak kehilangan martabatnya, dan pemerintah maupun parlemen benar-benar menjadi rumah rakyat,” ujar Idrus.

BSNPG dengan tekad tersebut menempatkan diri bukan hanya sebagai pengawal suara Golkar dalam pemilu, tetapi juga sebagai benteng moral bagi keberlangsungan demokrasi nasional. BSNPG menegaskan komitmennya untuk menghadirkan demokrasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Kepala BSNPG Syahmud Basrie Ngabalin menekankan perlunya perubahan besar dalam sistem pemilu Indonesia. Hal itu diungkapkan Syahmud dalam momentum pengukuhan kepengurusan BSNPG periode 2024-2029. Demokrasi, kata Syahmud, sejatinya tidak boleh berhenti pada pesta lima tahunan semata.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa demokrasi harus tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab setiap warga negara, bukan sekadar simbol mencoblos di bilik suara. “Selama ini rakyat hanya diposisikan sebagai pemilik hak suara. Mereka datang, memilih, lalu pulang. Padahal, suara bukan sekadar hak, tetapi juga mandat, janji, dan titipan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Pemilu, kata dia, seharusnya melahirkan budaya politik baru, rakyat tidak lagi menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam menentukan arah bangsa. Dia menambahkan, demokrasi adalah perjanjian antara rakyat dengan wakil yang dipilihnya.

Maka itu, rakyat harus memilih dengan kesadaran penuh, bukan karena iming-iming uang atau popularitas sesaat. “Bayangkan rakyat memilih dengan hati yang sadar dan pikiran jernih. Wakil rakyat pun akan lahir dari suara tulus dan akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved