Hasil Dialog Prabowo dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa: Tegaskan Supremasi Sipil hingga Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
Jum'at, 12 September 2025 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
"Itu salah satu poin yang kami sampaikan bahwa supremasi sipil harus ditegakkan dan presiden berkali-kali menyatakan bahwa komitmennya untuk itu. Bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil," kata Lukman.
Lukman berharap, komitmen dari Presiden Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan. "Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi," ujarnya.
Lukman juga mengatakan, salah satu tuntutan utama adalah pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki peristiwa demonstrasi yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
"Saya ingin sampaikan di sini bahwa salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu, yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu. Dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," paparnya.
Lukman berharap, komitmen dari Presiden Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan. "Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi," ujarnya.
Lukman juga mengatakan, salah satu tuntutan utama adalah pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki peristiwa demonstrasi yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
"Saya ingin sampaikan di sini bahwa salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu, yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu. Dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," paparnya.
Lihat Juga :