Sinergi Memperkuat Sistem Pertahanan Negara
Kamis, 11 September 2025 - 23:15 WIB
loading...
Telkomsat dan PT Len Industri sepakat mengembangkan infrastruktur komunikasi dan digital berbasis satelit untuk memantapkan sistem pertahanan keamanan negara. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Upaya memperkuat sistem pertahanan nasional kini memasuki babak baru dengan sinergi strategis antara PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dan PT Len Industri. Kedua perusahaan sepakat mengembangkan infrastruktur komunikasi dan digital berbasis satelit, yang dinilai krusial untuk kedaulatan bangsa di era teknologi mutakhir.
Kolaborasi ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda memantapkan sistem pertahanan keamanan negara serta mendorong kemandirian melalui penguasaan teknologi strategis.
Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Honesti Basyir mengungkap pentingnya konektivitas dalam mendukung ketahanan nasional. Menurutnya, perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apa pun tetap membutuhkan konektivitas.
"Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bagian dari ketahanan nasional. Ini langkah konkret kolaborasi untuk membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri. Kami percaya, kerja sama ini akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan kedaulatan digital sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara,” ujar Honesti, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (11/9/2025).
Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menambahkan, kolaborasi ini merupakan awal dari langkah strategis yang lebih besar. Kehadiran MoU ini merupakan fondasi untuk mempererat hubungan. "Kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memicu lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi sinergi antara Telkomsat dengan PT Len Industri. Sinergi ini untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional.
"Bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” ujarnya.
Lingkup kerja sama meliputi komitmen penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2 untuk mendukung dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, kedua pihak bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan, pembangunan, pengorbitan, hingga pengoperasian satelit nasional yang mandiri dengan memanfaatkan konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).
Kerja sama ini juga diarahkan pada pembangunan teknologi dan fasilitas strategis seperti, command center, wahana peluncuran satelit nasional, pusat riset dan pengembangan, fasilitas produksi satelit nasional, serta pengembangan satelit di skala regional dan global. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional.
Kolaborasi ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda memantapkan sistem pertahanan keamanan negara serta mendorong kemandirian melalui penguasaan teknologi strategis.
Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Honesti Basyir mengungkap pentingnya konektivitas dalam mendukung ketahanan nasional. Menurutnya, perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apa pun tetap membutuhkan konektivitas.
"Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bagian dari ketahanan nasional. Ini langkah konkret kolaborasi untuk membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri. Kami percaya, kerja sama ini akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan kedaulatan digital sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara,” ujar Honesti, dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (11/9/2025).
Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menambahkan, kolaborasi ini merupakan awal dari langkah strategis yang lebih besar. Kehadiran MoU ini merupakan fondasi untuk mempererat hubungan. "Kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memicu lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi sinergi antara Telkomsat dengan PT Len Industri. Sinergi ini untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional.
"Bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” ujarnya.
Lingkup kerja sama meliputi komitmen penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2 untuk mendukung dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, kedua pihak bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan, pembangunan, pengorbitan, hingga pengoperasian satelit nasional yang mandiri dengan memanfaatkan konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).
Kerja sama ini juga diarahkan pada pembangunan teknologi dan fasilitas strategis seperti, command center, wahana peluncuran satelit nasional, pusat riset dan pengembangan, fasilitas produksi satelit nasional, serta pengembangan satelit di skala regional dan global. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional.
(abd)
Lihat Juga :