Bertemu Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Presiden Prabowo Setuju Bentuk Tim Reformasi Kepolisian

Kamis, 11 September 2025 - 21:42 WIB
loading...
Bertemu Tokoh Gerakan...
Personel Polri saat Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara di Monas. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disebut setuju untuk segera membentuk tim atau Komisi Reformasi Kepolisian. Pembentukan tim tersebut sebagai tindak lanjut dari kepala negara terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.

Pembentukan Komisi Reformasi Kepolisian ditegaskan Prabowo saat melakukan dialog terbuka bersama tokoh-tokoh dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025) sore hingga malam.

Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom sebagai salah seorang tokoh yang hadir mengungkapkan bagaimana tuntutan reformasi kepolisian langsung dan mendapat respons baik dari Prabowo.

"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau Komisi Reformasi Kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gultom seusai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Baca Juga: Hasil Pertemuan Prabowo-Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Setuju Bentuk Komisi Investigasi Independen

Tidak hanya mengenai reformasi kepolisian, mantan Menteri Agama Lukman Hakim yang juga turut dalam dialog menegaskan bahwa Presiden Prabowo menyimak satu per satu poin-poin aspirasi yang dibawa para tokoh GNB dalam dialog terbuka sekitar tiga jam di Istana.

Aspirasi tersebut sejalan dengan 17+8 Tuntutan Rakyat yang juga disuarakan para mahasiswa maupun kalangan masyarakat sipil. "Bapak Presiden tidak hanya menerima, tapi juga memahami bahkan membahasnya secara detail itu," katanya.

Lukman menyebutkan, poin-poin tuntutan yang disampaikan tokoh GNB di hadapan presiden. Salah satunya tuntutan untuk membentuk Tim Investigaai Independen. Prabowo menyambut baik tuntutan tersebut.

"Salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk Komisi Investigasi Independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," tutur Lukman.

Para tokoh GNB juga menyuarakan secara langsung kepada Prabowo dalam dialog terbuka mengenai tuntutan agar pendemo dari berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga mahasiswa yang masih ditahan untuk segera mungkin dibebaskan.

Baca Juga: Akhir Kisah 5 Menteri di Kabinet Merah Putih

"Karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak kita yang mestinya mereka tidak ada dalam posisi seperti itu. Karena dengan ditahan lalu kemudian mereka menjadi terganggu, bahkan bisa terputus proses pendidikannya," kata Lukman.

GNB turut menyampaikan tuntutan agar dilakukan reformasi di sejumlah bidang, mulai dari ekonomi, politik, hukum, HAM, pertahanan, dan keamanan.

"Jadi prinsipnya adalah sejumlah tuntutan yang terkait dengan reformasi di bidang ekonomi, reformasi di bidang politik, dan reformasi di bidang hukum, HAM, dan hankam secara keseluruhan yang hakikatnya itu adalah tuntutan dari sejumlah kalangan kami sampaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Bapak Presiden bersama pemerintahannya bisa menindaklanjuti itu sebagaimana harapan," kata Lukman.



Sementara itu Quraish Shihab mengatakan ia dan para tokoh mendapatkan penjelasan memuaskan dari Presiden Prabowo atas tuntutan yang dibawa sampai ke Istana.

"Apa yang kami sampaikan dalam hari-hari yang lalu itu dipahami oleh Bapak Presiden dan diterima dengan baik, sehingga dialog kita hari ini, malam ini sungguh sangat bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kita. Itu saya kira yang dapat saya katakan," kata Quraish.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan dialog terbuka antara tokoh GNB dan presiden di Istana berlangsung penuh keakraban. Prabowo memberikan jawaban terhasap pertanyaan-pertanyaan para tokoh. "Intinya adalah semuanya kita berharap semoga Insyaallah ke depan bangsa Indonesia ini akan menjadi bangsa yang lebih besar, bangsa yang rukun, bangsa yang damai, dan menjadi kebanggaan kita semuanya," kata Nasaruddin.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Evaluasi untuk Wujudkan Harapan Warga
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Rekomendasi
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved